Jakarta, Warningtime.com – Proyek pelebaran badan trotoar sehuingga terjadi penyempitan jalan  sedang berjalan di Jl. Juanda Raya Jakarta Pusat oleh Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta menimbulkan kegaduhan dan kekuatiran para pengusaha di area tersebut. Dengan adanya perluasan trotoar tersebut akan berdampak ketersediaan parkir.

“Tempat parkir berkurang drastis, dari kapasitas 100 mobil menjadi 25 mobil, khususnya di wilayah pertigaan Pecenongan sampai Stasiun Juanda yang sebagian besar terdapat restoran yang pastinya sangat memerlukan parkir mobil untuk pertumbuhan usaha,” ungkap Eko Sriyanto Galgendu sebagai perwakilan para pengusaha di Jalan Juanda Raya, Jakarta Pusat di Restoran Happy Day, Jumat, 3 Juni 2024.

Perluasan trotoar tersebut juga, kata Eko,  berdampak pada penyempitan jalan sepanjang Juanda Raya yang merupakah daerah Ring 1, sangat berhubungan dengan masalah pengamanan Presiden yang termasuk pihak Paspampres, TNI yang MABESAD persis ada didepan jl Juanda Raya.

“Masalah historis Jl Juanda sebagai penyedia kuliner di jaman Presiden Soekarno sampai Presiden Jokowi juga masih berlangsung. Kalau parkir tidak ada jalan sempit pastinya juga menjadi masalah baru. Jangan menyelesaikan masalah tetapi membuat masalah baru,” kritiknya.  Penyempitan jalan akan menjadikan dampak kemacetan.

Eko yang dikenal tokoh spritualis dan nasionalis  juga menyorot salah satu janji Anis Bawesdan sewaktu sebagai calon gubernur DKI adalah mengatasi kemacetan. “Ini contoh nyata, akibat pembangunan pelebaran trotoar dan penyempitan jalan yang sudah dilaksanakan di Jl Raya Pecenongan Raya  dipastikan akan menjadikan pailit dan bangkrut para pengusaha dan pedagang,” sorotnya tajam, sembari berharap pelaku usaha di Juanda tidak “gulung tikar” akibat pelebaran trotoar dan penataan jalan tersebut.

Pendemi covid-19 yang mulai mereda dan membuahkan harapan bergeliat usaha di Jalan Juanda Raya  menjadi suram karena proyek ini berdampak terhadap pengusaha.
“Kita harapkan Pemda DKI bisa tinjau ulang proyek ini, kalau tidak ada solusi  lain, biar para pengusaha bisa tenang menjalankan usahanya. Kami (para pengusaha)  menolak proyek  di Jl Juanda ini,” pungkas Eko Sriyanto Galgendu yang langsung turun bersama kawan-kawan pengusaha untuk memasang spanduk dan baliho di sepanjang jalan Juanda Raya, Jakarta Pusat.

Dari pengamatan langsung di lapangan, sebagian Jalan Juanda Raya sudah dibongkar  dan sedang dikerjakan pemasangan saluran air permanen. Meski belum sebagian jalan belum dibongkar untuk perluasan trotoar, lalu lintas sore telah macet.

Komentar Facebook
http://warningtime.com/wp-content/uploads/2022/06/20220603_164448-1024x462.jpghttp://warningtime.com/wp-content/uploads/2022/06/20220603_164448-150x150.jpgadminwarningtimeHomeJakarta, Warningtime.com – Proyek pelebaran badan trotoar sehuingga terjadi penyempitan jalan  sedang berjalan di Jl. Juanda Raya Jakarta Pusat oleh Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta menimbulkan kegaduhan dan kekuatiran para pengusaha di area tersebut. Dengan adanya perluasan trotoar tersebut akan berdampak ketersediaan parkir. “Tempat parkir berkurang drastis, dari kapasitas...Mengungkap Kebenaran