{"id":2671,"date":"2017-04-17T14:06:17","date_gmt":"2017-04-17T14:06:17","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=2671"},"modified":"2017-04-17T14:07:26","modified_gmt":"2017-04-17T14:07:26","slug":"widiada-butuh-15-triliun-guna-pengelolaan-sampah-tpa-suwung","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/2017\/04\/17\/widiada-butuh-15-triliun-guna-pengelolaan-sampah-tpa-suwung\/","title":{"rendered":"Widiada: Butuh 1,5 Triliun Guna Pengelolaan Sampah TPA Suwung"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_2672\" aria-describedby=\"caption-attachment-2672\" style=\"width: 401px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2672\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Foto-Widiada.jpg\" alt=\"A.A.Gede Ngurah Widiada Anggota DPRD Kota Denpasar \" width=\"401\" height=\"584\" srcset=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Foto-Widiada.jpg 474w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Foto-Widiada-206x300.jpg 206w\" sizes=\"auto, (max-width: 401px) 100vw, 401px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2672\" class=\"wp-caption-text\">A.A.Gede Ngurah Widiada Anggota DPRD Kota Denpasar<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>DENPASAR<\/strong> \u2013\u00a0 Pemprov Bali akhirnya menyerah mengelola TPA Suwung yang terletak di Denpasar selatan, yang menggunung lebih dari 15 meter. Dengan permasalahan sampah di Bali yang semakian pelik, memicu langkah Pemerintah Provinsi Bali bersurat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertujuan agar dapat fasilitas alat dan bangunan untuk pengelolaan sampah. Hal itu mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kota Denpasar Komisi IV dari Fraksi Nasdem, A.A Gede Ngurah Widiada, ia mengatakan kalau hal itu patut diapresiasi akan tetapi ada beberapa hal yang ia sarankan , saat dikonfirmasi via saluran telepon , Minggu (16\/4\/2017).<\/p>\n<p>\u201cBaiklah kita apresiasi, tetapi kita harapkan pemerintah pusat memberikan respon dengan memberikan fasilitas mesin pengolahan sampah yang memadai seperti yang dilakukan oleh DKP DKI yang akan membeli mesin seharga Rp 1,5 triliun. Karena sampah yang dikelola TPA Suwung sudah mencapai 1.200 ton per hari, bahkan lebih saat hari-hari raya,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Bahkan ,jumlah tersebut bisa melonjak hingga 1.500 ton per hari saat hari Raya besar. Sayangnya , sampah hanya dibuang begitu saja disana tanpa ada pengolahan . Tumpukan sampah tatap tidak bisa dibendung dan akan semakin menggunung.<\/p>\n<p>Celakanya , tumpukan sampah besar akan menghasilkan gas metana yang besar dan berdampak pada kualitas udara. Salah satunya memicu terjadinya efek rumah kaca.&#8221; Pemandangan sampah yang menumpuk dengan konsekuensi dampak lingkungan yang terjadi tentu tumpukan sampah yang ada jangan sampai terlalu lama terkatung-katung tidak jelas,&#8221; lanjut Widiada.<\/p>\n<p>Widiada menjelaskan, untuk sekarang tinggal menunggu solusi apa yang akan diambil pemerintah setelah dari PT Navigate Organic Energy Indonesia (PT NOEI) memutus kontraknya.\u00a0 Ia menuturkan, di sisi yang dirugikan karena ketidak nyamanan adalah Warga Denpasar Selatan yang berdomisili di radius TPA Suwung. \u201cBahkan Bapak Menteri Pariwisata RI Arief Yahya juga bereaksi keras atas pemandangan yang tidak elok itu dari image pariwisata, karena kita juga minta Menteri Pariwisata dan Kementerian, ikut memberikan solusi terkait sampah yang menumpuk ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pihaknya berharap, agar pemerintah segera cepat ambil tindakan karena jika terus dibiarkan akan mengancam kesehatan baik manusia atau hewan (sapi, kambing dll) yang berada di lingkungan tersebut. \u201cLebih lebih kalau musim hujan bau menyengat busuk dan lalat hijau mulai hadir di rumah penduduk dan sekitarnya,\u201d ucap DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Nasdem ini.<\/p>\n<p>Widiada juga menanggapi terkait investor untuk pengelolaan sampah di TPA Suwung, ia menegaskan kalau Pemerintah Provinsi tidak perlu menunggu investasi untuk beraksi. \u201cGak usah nunggu investasi karena menurut saya tidak banyak ada investor serius bermodal untuk berbuat mengelola sampah karena untungnya kecil,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, untuk <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2673 alignright\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Foto-Timbunan-Sampah.jpg\" alt=\"foto-timbunan-sampah\" width=\"520\" height=\"390\" srcset=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Foto-Timbunan-Sampah.jpg 600w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Foto-Timbunan-Sampah-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 520px) 100vw, 520px\" \/>kinerja Pemerintah Provinsi yakni dengan bekerjasama dengan Pemerintah Pusat. Sehingga, dapat terbebas dari ancaman dampak sampah plastik yang dapat mencemari air bawah tanah (ABT) yang dapat menimbulkan penyakit Degeneratif. \u201cKami berharap semua pihak berjuang dan mendukung secepat mencari solusi atas tumpukan sampah yang terjadi. Jangan sampai ini hanya menjadi wacana dan pencitraan belaka. Dan semoga Pak Menteri Pariwisata ikut berjuang keras biar Bali tidak malu.\u201d Tutupnya. (tom\u201ds)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 DENPASAR \u2013\u00a0 Pemprov Bali akhirnya menyerah mengelola TPA Suwung yang terletak di Denpasar selatan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2672,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,10],"tags":[],"class_list":["post-2671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-home","category-indonesia","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2671"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2676,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2671\/revisions\/2676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2672"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}