{"id":4857,"date":"2019-03-06T06:23:38","date_gmt":"2019-03-06T06:23:38","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=4857"},"modified":"2019-03-06T09:01:52","modified_gmt":"2019-03-06T09:01:52","slug":"digitalisasi-tingkatkan-efisiensi-biaya-logistik","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/2019\/03\/06\/digitalisasi-tingkatkan-efisiensi-biaya-logistik\/","title":{"rendered":"Digitalisasi Tingkatkan Efisiensi Biaya Logistik"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-large wp-image-4858\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0006-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0006-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0006-300x225.jpg 300w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0006-768x576.jpg 768w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0006-640x480.jpg 640w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0006.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/>Jakarta WT &#8211; Digitalisasi diyakini mampu meningkatkan efektivitas serta efisiensi biaya logistik. Karena itu upaya digitalisasi sektor ini perlu didukung dalam menghadapi persaingan global. Sebagai regulator, pemerintah terus bekerja keras untuk mewujudkan sistem logistik yang efektif, transparan dan efisien melalui berbagai upaya baik peningkatan kualitas SDM di pelabuhan maupun pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi.<\/p>\n<p>Peningkatan teknologi informasi ini menjadi salah satu arah kebijakan Ditjen Perhubungan Laut tahun 2020 sehingga perlu dilakukan modernisasi pelabuhan berbasis teknologi informasi dalam mendukung logistik nasional atau yang sering disebut digitalisasi pelabuhan.<br \/>\nDemikian diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R Agus H Purnomo, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasubdit Sistem Informasi dan Sarpras Angkutan Laut, Sukirno Dwi Susilo, pada pembukaan acara Diskusi Media \u201cPeluang dan Tantangan Digitalisasi Logistik\u201d yang diselenggarakan Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), Selasa (5\/3) di Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu bentuk nyata dari digitalisasi pelabuhan ialah melalui penerapan sistem Inaportnet versi 2.0 dan Delivery Order Online yang diharapkan dapat menurunkan biaya logistik di pelabuhan, meningkatkan kelancaran arus barang, transparansi dan percepatan pelayanan sehingga menjadi lebih mudah dan murah,\u201d ungkapnya.<br \/>\nSaat ini, Kementerian Perhubungan telah mengembangkan sistem inaportnet di 16 pelabuhan yang menjadi salah satu program Quick Win kementerian tersebut di tahun 2018.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah berkomitmen mendukung tumbuh kembang industri logistik nasional, memberikan kemudahan kepada pelaku usaha melalui penerapan sistem online yang terintegrasi dan deregulasi peraturan untuk kemudahan usaha serta melakukan perbaikan sistem layanan dan kinerja pelabuhan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Menyambut tekad pemerintah melakukan digitalisasi logistik khususnya di pelabuhan, IPC Pelindo II Cabang Panjang terus berupaya melakukan pembenahan infrastruktur maupun digitalisasi. Tahun 2019 ini, misalnya, Pelabuhan Panjang telah melaksanakan IT Roadmap yang sudah dijalankan dari tahun 2018 dan ditargetkan selesai tahun 2020 yang akan datang.<\/p>\n<p>Benefit Pengguna Jasa<br \/>\nDalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menyebut tingginya biaya pengurusan dokumen selama ini menjadi keluhan yang dihadapi pengusaha pelayaran. Hal tersebut bisa membuat tarif angkutan menjadi mahal tidak memiliki daya saing. Karena itu pihaknya berharap agar pemerintah memberikan fasilitas kemudahan berupa regulasi yang bisa membuat biaya pengiriman barang menjadi lebih murah.<\/p>\n<p>Terkait program digitalisasi logistik, menurutnya, hal tersebut akan memicu sejumlah keuntungan yang diperoleh dalam bisnis pelayaran seperti kargo yang sedang berlayar bisa terlacak, rantai pasok dari hulu hingga hilir bisa terlihat, termasuk merekam informasi tentang kapal.<\/p>\n<p>\u201cDigitalisasi menjadikan otomasi dokumen dan jadwal pelayaran bisa mudah diketahui.\u201d jelasnya.<br \/>\nDalam rangka mendorong percepatan digitalisasi, perusahaan pelayaran anggota INSA sektor kontainer, kini tengah mengembangkan\u00a0 sistem aplikasi pengiriman petikemas (booking online). Dengan sistem ini, menurutnya, sangat efisien dan mendatangkan benefit bagi pengguna jasa karena pelayanan dilakukan 24 jam dalam 7 hari kerja (24\/7),\u00a0 untuk reservasi dan kepastian pelayanan.<\/p>\n<p>Namun\u00a0 yang lebih penting dari sistem pelayanan online ialah\u00a0 transparansi harga pengiriman barang. Jadwal dan pelayanan. Memiliki peluang besar dalam\u00a0 mencari beragam informasi yang dibutuhkan saat booking berlangsung\u00a0\u00a0 serta mempercepat proses transaksi.\u000b\u000bUntungkan Pengusaha<br \/>\nSementara itu, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Hermanta menilai digitalisasi logistik akan mampu menurunkan biaya sehingga memberikan keuntugan bagi para pengusaha.<\/p>\n<p>\u201cSekalipun saat ini masih terdapat kendala kemampuan sumber daya manusia dan teknologi, tapi digitalisasi harus terus dilakukan, mengingat sejumlah negara lain sudah menjalankan,\u201d paparnya.<br \/>\nHermanta mencontohkan dalam kunjungan ke sejumlah negara, digitalisasi logistik telah banyak memberikan keuntungan kepada pengusaha dan bahkan sudah dijalankan cukup lama dan terus ditingkatkan kemajuan teknologinya. Di samping itu, katanya, digitalisasi logistik juga mendorong pengusaha mendapatkan layanan kepengurusan dokumen yang lebih cepat tanpa harus menunggu lama.<br \/>\nPendapat senada juga diungkapkan Ketua Umum DPP Assosiasi Logistik dan Forwading\u00a0 Indonesia (ALFI) Yukki\u00a0 Nugrahawan Hanafi.<\/p>\n<p>Menurutnya, digitalisasi logistik menjadi sebuah kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.<br \/>\nYukki mengatakan tanpa\u00a0 mengadopsi teknologi yang ada saat ini, sulit untuk berkompetisi\u00a0 dan di kawasan ASEAN.Indonesia\u00a0 masih tertinggal. Bahkan bila infrastruktur\u00a0 yang kini tengah dibangun pemerintah selesai dikerjakan, hanya mampu memangkas\u00a0 biaya tidak lebih dari 2,5\u00a0 persen.\u000b\u000b\u201cALFI meyakini, bila\u00a0 infrastruktur\u00a0 pemerintah selesai dikerjakan\u00a0 diikuti implementasi digitalisasi,\u00a0 biaya logistik yang ada saat ini bisa kembali terpangkas hingga menjadi 17 persen dari total GDP,\u201d ungkapnya optimistis.<\/p>\n<p>Optimisme itu, menurut Yukki, tidak berlebihan mengingat ALFI sendiri telah melakukan survei\u00a0 biaya logistik\u00a0 di tahun 2016 dan 2017 yang mencatat\u00a0 23,5 persen dari total gross domestic product (GDP) atau\u00a0 menurun dibanding sebelumnya\u00a0 yang rata-rata 25 persen.<br \/>\n\u201cAgar target penurunan biaya logistik tercapai, para pelaku usaha sedah seharusnya berkolaborasi dalam menghadapi tantangan persaingan global pada\u00a0 era digitalisasi saat ini, di samping pembenahan total melalui modernisasi pelabuhan,\u201d katanya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-large wp-image-4859\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0004-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0004-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0004-300x225.jpg 300w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0004-768x576.jpg 768w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0004-640x480.jpg 640w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/IMG-20190306-WA0004.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><br \/>\nSinergitas<br \/>\nKetua Umum DPP Asosiasi Keagenan Kapal Indonesia (ISAA) Juswandi Kristanto berharap digitalisasi logistik didukung infrastruktur utama maupun pendukung sehingga proses pelaksanaannya berjalan dengan baik. Di samping itu kepastian tindakan-tindakan yang akan dilakukan jika terjadi gangguan pada sistem sehingga tidak menghambat pada pelayanan.<br \/>\n\u201cKami mengharapkan sinergitas dan juga kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan di sektor logistik agar program digitalisasi ini berjalan dengan baik,\u201d harapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum DPP Asososiasi Pengusaha Truk Indonesia(Aptrindo) berharap digitalisasi dapat menekan biaya logistik dari dan ke pelabuhan di atas 10%, sedangkan penghematan biaya operasional pengusaha truk bisa di atas 25%. Apalagi, menurutnya, implementasi sistem digitalisasi dalam bisnis angkutan barang telah menjadi keharusan bagi pengusaha truk mengingat Pelindo II akan mengoperasikan layanan seluruh pelabuhannya dengan sistem otomatisasi secara penuh.<\/p>\n<p>Meski demikian, sejauh ini digitalisasi logistik masih menghadapi sejumlah kendala antara lain dukungan ketersediaan infrastruktur seperti teknologi dan komunikasi, ketersediaan infrastruktur dan jaringan yang handal, terbatasnya jangkauan jaringan pelayanan non seluler, serta kebiasaan menggunakan sistem manual dalam transaksi\u00a0logistik.<\/p>\n<p>\u201cUntuk mengatasi hal tersebut, Aptrindo mengusulkan agar dilakukan pemanfaatkan platform sistem operasi virtual bersama untuk mengatasi hambatan investasi teknologi, serta peningkatan kapasitas SDM di perusahaan,\u201d pungkasnya.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta WT &#8211; Digitalisasi diyakini mampu meningkatkan efektivitas serta efisiensi biaya logistik. Karena itu upaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4858,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-home","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4857"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4857\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4860,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4857\/revisions\/4860"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4858"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}