{"id":5261,"date":"2019-08-06T15:23:48","date_gmt":"2019-08-06T15:23:48","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=5261"},"modified":"2019-08-06T16:22:07","modified_gmt":"2019-08-06T16:22:07","slug":"kuliah-umum-stt-ikat-prof-dr-thomas-pentury-msi-berdasarkan-pma-no-23-tidak-ada-gelar-ministry-dan-dignity","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/2019\/08\/06\/kuliah-umum-stt-ikat-prof-dr-thomas-pentury-msi-berdasarkan-pma-no-23-tidak-ada-gelar-ministry-dan-dignity\/","title":{"rendered":"Kuliah Umum STT IKAT Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si: Berdasarkan PMA NO 23 Tidak Ada Gelar Master of Ministry dan Doctor of Dignity"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/20190806_162226.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-5262\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/20190806_162226-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/20190806_162226-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/20190806_162226-300x225.jpg 300w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/20190806_162226-768x576.jpg 768w, http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/20190806_162226-640x480.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a>Warningtime.com Jakarta<\/strong> \u2013 Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Prof Dr Thomas Pentury, MSi menegaskan bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 23 Tahun 2004\u00a0 dalam Pendidikan Tinggi Kristen tidak ada gelar Master Ministry (M.Min) dan Doctor of Dignity (D.Dig).<\/p>\n<p>\u201cJadi dalam vokasi itu hanya ada untuk D1,D2,D3 dan D4. Sedangkan untuk S1, S2 dan S3 tidak ada gelar sesuai regulasi yang diatur dengan PMA No 23 Tahun 2004. Jadi tidak ada M.Min dan D.Min apalagi Master Ministry Konsentrasi. Saya tegaskan tidak ada gelar konsentrasi. Maka tunggu saja dalam waktu dekat akan diperbaiki PMA\u00a0 No 23 Tahun 2004. Tidak hanya 3 nanti setidaknya ada 28 program studi yang diperbaiki,\u201d tegas pria berdarah Ambon yang pernah menjabat Rektor Universitas Pattimura ini.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan saat membawakan kuliah umum dengan Tema; <em>Moderasi Agama Pada Era Milenial <\/em>di STT IKAT Bintaro, Jakarta Selasa (6\/8). Kuliah umum ini diselenggarakan Program Pasca Sarjana STT IKAT. Selain dihadiri seluruh sivitas akedemika STT IKAT, kuliah umum ini juga dihadiri langsung Ketua STT IKAT Pdt Dr Jimmy Lumintang, Direktur Pasca Sarjana Pdt Dr Jimmy Poli dan pimpinan STT IKAT lainnya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan itu, Prof Dr Thomas Pentury menegaskan dari 9 kriteria sesuai BAN PT (sebelumnya tujuh standar instrumen). yang harus dipenuhi perguruan tinggi sesuai regulasinya, setidaknya minimal dua hal wajib dimiliki STT yaitu terkait standar sumber daya manusia (dosen dan jajarannya) dan ketersedian sarana infrastruktur (kampus).<\/p>\n<p>\u201cBAN PT mensyaratkan 9 kriteria dari\u00a0 sebelumnya 7 standar instrumen. Tak usah \u00a0semua (7) dulu ya, saya minta minimal 2 dipenuhi yaitu ketersedian SDM dan sarana infrastruktur pendukung,\u201d tutur Professor Matematika ini sembari menambahkan itu penting dengan tujuan menjaga standar mutu pendidikan tinggi.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, sebuah perguruan tinggi menyelenggarakan program doktor wajib minimal ada dua professor yang sesuai bidangnya dan tercatat di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). Semua harus datanya terekord baik.<\/p>\n<p>\u201cJangan kita selalu mengandalkan mukzijat. Misalnya enam bulan kuliah sudah dapat gelar Master, luar biasa. Itu mukjizat juga khan. Semua harus ada proses dan standarnya. Ada STT yang di <em>black list<\/em> di Jakarta karena pernah menerima mahasiswa pindahan dari Nias langsung diberi ijazah. Saat dia jadi ketua DPRD ijasahnya diperiksa tak ada terdaftar di pemerintah,\u201d bebernya mengingatkan betapa tidak bertanggung jawab penyelenggara pendidikan tinggi.<\/p>\n<p>Thomas Pentury juga menyinggung bahwa setidaknya tiga area dalam pendidikan tinggi Kristen\u00a0 harus diperhatikan yaitu area objektivitas (data ilmiah), area subjektivitas (sarana) dan irisan area di tengahnya (nilai, etika dan moral).<\/p>\n<p>Selain itu, dari hasil penelitian yang dilakukan tentang pertumbuhan gereja diperoleh data sebagai berikut: Pertumbuhan karena migrasi (perpindahan jemaat) terdapat 43,4 persen, pertumbuhan karena biologis (kelahiran) 23,8 persen dan menariknya pertumbuhan karena misi penginjilan hanya 2,1 persen. &#8220;Misi penginjilan itu ternyata sangat kecil,&#8221; cetusnya.<\/p>\n<p>Fakta selanjutnya, kata Doktor lulusan ITS ini bahwa anak-anak milenial perlu dilibatkan dalam pelayanan di gereja sehingga mereka antausias ikut peribadahan di gereja. Ia menyoroti gereja-gereja umumnya <em>mainstream<\/em> yang masih kurang melibatkan pemudanya sehingga kerap pemudanya mencari gereja yang sesuai dengan mereka. \u201cSaya kira tugas gereja dan lembaga pendidikan Kristen sama-sama memikirkan solusinya dan menjawab tantangan untuk memenangkan anak milenial,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Prof Thomas Pentury meminta pelaku Pendidikan Kristen untuk menjawab tantangan anak muda milenial termasuk mengevaluasi bahan ajar atau materi kuliah yang disesuaikan dengan perkembangan \u00a0era Revolusi Industri 4.0.<\/p>\n<p>\u201cAnda semua yang ada di ruangan ini beruntung belajar ilmu agama. Saya sering \u00a0bilang\u00a0 ke diri saya, ngapain saya harus belajar matematika? Kalau suruh hitung, lebih cepat calculator. Sekarang masuk ke sistem semua bisa dihitung semua termasuk dengan biaya kalkulasi. Maka dari itu nanggalah bahwa Anda memilih belajar Agama,\u201d ujarnya mensuport mahasiswa teologia, yang diiringi tepuk tangan.<\/p>\n<p>Meski demikian, Ia mewanti-wanti harus belajar pada proses yang benar. Ada standar yang utama yang kita kerjakan. Yang utama adalah harus belajar sama Yesus Kristus. Dia guru yang luar biasa.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap pendidikan STT IKAT harus punya standar mutu dan lebih penting lagi harus bisa berdampak. Tetaplah menyelenggarakan proses pendidikan dengan baik dengan standar mutu yang tinggi,\u201d ajaknya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warningtime.com Jakarta \u2013 Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama Prof Dr Thomas Pentury, MSi menegaskan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5262,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-5261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fokus","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5261"}],"version-history":[{"count":8,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5273,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5261\/revisions\/5273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5262"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}