{"id":6707,"date":"2021-11-12T15:42:57","date_gmt":"2021-11-12T15:42:57","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=6707"},"modified":"2021-11-12T15:42:57","modified_gmt":"2021-11-12T15:42:57","slug":"hendrik-wowor-atasi-darurat-narkoba-tawarkan-solusi-pelipatgandaan-konselor","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/2021\/11\/12\/hendrik-wowor-atasi-darurat-narkoba-tawarkan-solusi-pelipatgandaan-konselor\/","title":{"rendered":"Hendrik Wowor: Atasi Darurat Narkoba Tawarkan Solusi Pelipatgandaan Konselor"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/as3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-6708\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/as3-725x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"725\" height=\"1024\" \/><\/a>Jakarta Warningtime.com &#8211; Kabut sore tebal turun di\u00a0\u00a0 kawasan puncak pass, tak menghalangi korban\u00a0 Napza binaan Yayasan Pelayanan Agape\u00a0 untuk berekreasi. Dipandu para konselor, anak-anak asuh panti, asik bermain quiz menebak nama-nama tokoh Alkitab. Para anak binaan berganti memperagakan tokoh dan yang lainnya menebak. Acara berlangsung santai dan akrab penuh tawa ria, sepintas mungkin tak akan menyangka mereka adalah korban dan pecandu\u00a0 napza yang sedang direhablitasi. Hendrik Wowor sebagai pimpinan tampak memperhatikan anak asuhnya dengan wajah yang ceria.<\/p>\n<p>Di sela-sela makan malam, GAHARU berkesempatan bincang-bincang dengan pria murah senyum ini, berbicara\u00a0 seputar kiprahnya terjun dan mengelola Panti Rehabilitasi Agape.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2000, Hendrik\u00a0\u00a0 Wowor telah memutuskan dengan\u00a0\u00a0 mantap untuk melayani korban dan pecandu narkoba dan pasien psikotik, setelah sebelumnya didorong oleh berbagai pihak untuk\u00a0 mendirikan lembaga panti rehablitasi,\u00a0 karena semakin banyak orang yang datang untuk minta pelayanan\u00a0 dan konseling terkait dengan masalah narkoba dan psikotik.<\/p>\n<p>Tahun ini menjadi tahun ke 21 berdirinya Yayasan Pelayanan Agape yang terletak di Desa Citeko, Cisarua, kawasan Puncak, Jawa Barat. Kesetian dan konsistensi dalam pelayanan, membuat Panti ini telah merehab banyak korban\/pecandu narkoba dan pasien spikotik. Selain melakukan pelayanan rehabilitasi, terhadap binaan yang tertarik untuk menjadi konselor, Agape juga memberikan pelatihan kepada mereka.<\/p>\n<p>Dari Agape lahirlah beberapa konselor\u00a0\u00a0 yang berlatar belakang anak binaan. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang kemudian mendirikan Panti Rehabilitasi yang serupa dengan Agape.<\/p>\n<p>Aktivis Malari yang pernah menikmati dinginnya tembok penjara selama satu tahun ini,\u00a0 menuturkan pemikirannya tentang penanganan korban narkoba. \u201cSalah satu kegelisahan saya terkait penanganan korban narkoba saat ini karena seperti <em>\u201cjauh api dari panggang\u201d. <\/em>Kalau benar,\u00a0 jumlah korban narkoba\u00a0 3,5 juta orang, jumlah konselor\u00a0 mitra Kementerian Sosial berjumlah 1000 orang, dan setiap konselor menjangkau 30 orang klien, berarti kita membutuhkan waktu 114 tahun untuk menjangkau 3,5 juta korban dan pecandu. Itupun kalau jumlah korban narkoba tidak bertambah dan ex rehab gak relaps lagi!<\/p>\n<p>Mungkin tidak banyak orang yang berpikir sejauh itu. Kebanyakan orang yang bergelut dalam pelayanan seperti saya ini hanya fokus pada penanganan klien, dengan berbagai metode yang dikuasainya, tanpa banyak memikirkan prospeknya bagi bangsa ini akan menjadi seperti apa. Bahkan tidak heran kalau ini cuma dipandang sebagai salah satu pekerjaan di antara jenis pekerjaan yang lain. Gak heran ketika ada pekerjaan lain dengan tawaran <em>income<\/em> yang lebih besar, mereka akan serta merta meninggalkan pelayanan sebagai konselor adiksi.<\/p>\n<p>Lebih jauh Hendrik Wowor men yampaikan bahwa strategi yang digunakan sekarang ini, baik oleh BNN dan Kementerian Sosial; bahwa satu konselor dibatasi hanya menangani 10 orang klien. Selama ini Kementerian Sosial menetapkan bahwa proses rehabilitasi bagi setiap klien dibatasi hanya 4 bulan, sehingga dalam satu tahun ada tiga periode, artinya satu orang kon selor dalam satu tahun menangani 30 orang .<\/p>\n<p>\u201cdengan 3,5 juta orang korban narkoba, 1.000 orang konselor, kita butuh waktu lebih 114 tahun untuk merehab. Dengan catatan yang sudah direhab\u00a0 tidak memakai narkoba lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, untuk menjawab\u00a0 masalah \u201cIndonesia Darurat Narkoba\u201d seperti yang pernah dikumandangkan oleh Bapak Presiden Jokowi, Agape menawarkan strategi \u201cPelipatgandaan\u201d. Dalam satu tahun, seorang konselor menangani 30 orang klien seperti yang selama ini dipraktekkan, tapi disamping itu kanselor tersebut harus bisa melahirkan 3 orang konselor baru. Ada pengkaderan, multiplikasi konselor. \u201cSaya sudah hitung, dengan strategi ini \u2013 dimulai oleh\u00a0 1000 orang konselor \u2013 pada tahun ke 8 sudah ada 4 jutaan konselor! \u201c<\/p>\n<p>Terjadi pelipatgandaan. Tentu untuk sampai di sana ada syaratnya; \u201cmateri dan metode pembinaannya harus sederhana, sederhana tidak\u00a0 sama dengan dangkal. Apa yang saya ajarkan kepada orang lain harus bisa dimengerti dengan mudah, sedemikian rupa sehingga orang itu dapat mengajarkannya kepada orang lain lagi, demikian dan seterusnya secara\u00a0 berkesinambungan.<\/p>\n<p>\u201cKalau hanya ngomong, tidak akan didengar, saya harus membuktikan dulu. Itu sebabnya Agape bukan hanya melakukan rehablitasi bagi korban narkoba tapi akan terus melatih dan mencetak konselor-konselor baru,\u201d tutur Hendrik sambil menambahkan tahun ini dua orang konselor hasil didikannya telah direkrut oleh panti rehab lain.<\/p>\n<p>Bahkan, dari Agape sudah lahir lembaga atau panti rehab yang lain dari hasil pembinaannya.<\/p>\n<p>Saat ini Agape sedang merehab 50 klien narkoba dan psikotik, ditangani oleh 10 orang konselor dengan <em>background <\/em>yang berbeda-beda. Ada konselor rohani, psikolog, pekerja sosial dan medis. Para konselor terus dilatih secara berkala dalam <em>inhouse training<\/em> di Agape. \u201cIni sangat penting, kadang kita sewa villa untuk berlatih sambil <em>refreshing. <\/em>Ke depan Yayasan Pelayanan Agape akan terus melakukan itu. Saya harapkan teman-teman rehab yang lain juga berbuat sama,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Sekarang ini metode yang kita\u00a0 pakai (Agape) adalah <em>\u201cTerapeutic Comunity\u201d<\/em> berbasis rohani. Program yang lazim disebut TC ini diadopsi dari luar negeri. Hendrik mengaku mempelajari strategi ini, dan mendapati bahwa nuansanya banyak yang sesuai dengan prinsip-prinsip kristiani. Memang, Agape bukan Sekolah Alkitab, Agape adalah tempat orang untuk diubah, seperti sekolah karakter. Motto Agape, <em>\u201cdiubah untuk mengubah\u201d. <\/em>Dulu mereka adalah sumber masalah di lingkungannya, kemudian diubah untuk kemudian menjadi orang yang ikut menyelesaikan masalah. Ujar Hendrik. Bagaimana caranya? Ya itu tadi, strategi penggandaan atau pelitpatgandaan.<\/p>\n<p>Sekarang ini ada \u201calumni\u201d Agape yang sedang mempersiapkan panti rehab di NTT. Tahun depan, ada beberapa binaan yang komit mau dilatih menjadi konselor.<\/p>\n<p>Selain mengadopsi program dan metode Colombo Plan, Agape juga menyelenggarakan pelatihan dengan materi-materi yang sarat dengan nuansa rohani secara Kristen. Untuk kalangan rehab, Agape mempunyai reputasi yang baik, itu sebabnya Agape sering mendapat \u201climpahan\u201d klien dari rehab lain.<\/p>\n<p>\u201cBerbicara tentang Rehabilitasi korban dan pecandu narkoba adalah berbicara tentang menyelamatkan generasi muda Indonesia. Itu panggilan saya untuk terjun merehablitasi korban napza,\u201d tegas pria <em>humble<\/em> yang tergabung dalam FORSOS Napza Indonesia ini.<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan prasarana\u00a0 pelayanan, Yayasan Pelayanan Agape saat ini sedang membangun. Hendrik telah memperluas lokasi dan sedang\u00a0 membangun gedung yang lebih representatif dengan rancangan yang lebih lengkap dan indah.<\/p>\n<p>Selain itu, ayah dari dua orang anak (putra dan putri), dan opa dari 2 cucu ini, juga sedang menggarap kebun buah seluas 3 hektar di Sukabumi. Untuk mendukung aktivitasnya ini ia juga sedang mendorong petani sekitarnya untuk menanam bibit buah unggul di sana, seperti: durian Musangking, durian Bawor, durian Oche, alpukat Hass dan lain-lain.<\/p>\n<p>\u201cDoakan, kita mau menjadikan kawasan itu kelak menjadi area wisata buah yang menarik. Di sana anak-anak binaan Agape juga dilibatkan sebagai kegiatan pelatihan vokasional,\u201d pungkasnya. m<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta Warningtime.com &#8211; Kabut sore tebal turun di\u00a0\u00a0 kawasan puncak pass, tak menghalangi korban\u00a0 Napza [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,10],"tags":[],"class_list":["post-6707","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fokus","category-indonesia","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6707"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6709,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6707\/revisions\/6709"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}