{"id":6931,"date":"2022-05-16T15:27:13","date_gmt":"2022-05-16T15:27:13","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=6931"},"modified":"2022-05-16T15:28:01","modified_gmt":"2022-05-16T15:28:01","slug":"nico-siahaan-solusinya-berbuat-baik-dan-pendekatan-komunikasi-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/2022\/05\/16\/nico-siahaan-solusinya-berbuat-baik-dan-pendekatan-komunikasi-yang-baik\/","title":{"rendered":"Nico Siahaan : Solusinya Berbuat Baik dan Pendekatan Komunikasi Yang Baik"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG-20220516-WA0106.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-6932\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/IMG-20220516-WA0106.jpg\" alt=\"\" width=\"855\" height=\"544\" \/><\/a>Bandung, Warningtime.com &#8211; Maraknya intoleransi di Indonesia ini beberapa tahun belakangan, sebagai ekses politisi agama yang berlebihan dalam Pilkada dan Pilpres lalu, tak urung mendapat tanggapan dari Nico Siahaan Anggota DPR RI terpilih dari Jawa Barat. Menurutnya tidak perlu mengangkat isu intoleransi\u00a0 terus menerus, sebiknya lebih baik berbuat baik, sehingga Indonesia damai.<\/p>\n<p>\u201cSaya sering terngiang-ngiang pesannya Gus Dur, yang bilang mari\u00a0 berbuat baik terus. Berbuat saja terus, sehingga orang tidak bertanya lagi siapa kita. Itu yang terus kita lakukan. Tidak perlu mengangkat isu intoleransi,\u201d tanggap pria bernama lengkap Junico Bisuk Partahi Siahaan.<\/p>\n<p>Nico justru menyarankan agar isu intoleransi lebih baik diganti gaya komunikasi yang berbeda misalnya dengan terus berbuat baik. \u201cMelalui perbuatan baik, kita akan menjadi bagian dari penilaian orang lain. Berbuat baik secara terus menerus akan baik bangsa inj,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh kata Nico, tidak perlu selalu membenturkan antara\u00a0 hitam dan putih atau benar dan salah, tetapi lebih penting\u00a0 bagaimana mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan perbuatan baik.<\/p>\n<p>\u201cFilsafat Jawa Barat bilang begini; Ikannya dapat, airnya tetap tenang. Bagaimana melaksanakan hal tersebut? Ini yang perlu dipikirkan dan dilakukan. Kita mendapat ikan tetapi airnya tidak keruh,\u201d kata Nico mengibaratkan. Salah satu caranya, perlu diperkuat memperbanyak aksi. Dengan terus\u00a0 berbuat\u00a0 dan menabur yang baik, nantinya orang-orang yang keras bisa lentur sendiri.<\/p>\n<p>Mantan presenter handal ini mengingatkan saat kita memasuki tempat yang baru maka\u00a0 perlu beradaptasi untuk menyesuaikan diri agar bisa diterima lingkungan sekitar dengan baik.<\/p>\n<p>\u201cPerlu ada penyesuaian saat memasuki tempat yang baru, misalnya mamahami kondisi lingkungan. Perlu beradaptasi dan bersosialisai dengan baik. Dengan begitu akan lebih mudah untuk kita berbicara tentang agama. Jikalau bersosialisai bisa berjalan dengan baik, makan relasi akan semakin baik dan semua urusan akan lancar,\u201d bebernya\u00a0 tanpa bermaksud menggurui menanggapi masih ada susah perizinan gereja dibeberapa tempat.<\/p>\n<p>Ditambahkan, banyak kesalahpahaman terjadi hanya\u00a0 karena miskomunikasi. \u201cSaya kira solusinya perlu membenahi komunikasi kita supaya bisa dipahami dan semakin baik. Jika komunikasi kita baik, maka kondisinya akan semakin teduh dan relasi juga terjalin baik,\u201d, tegas Nico mengingatkan penting penguasan komunikasi yang baik.<\/p>\n<p>Ditanya masih aja pelarangan ibadah dan pembangunan rumah ibadah di Jawa Barat meski sudah menempuh seluruh persyaratan, Nico\u00a0 mengingatkan agar jangan putus asa, tetap mencari solusi dan strategi lain misalnya pendekatan komunikasi yang baik terus diintensifkan.<\/p>\n<p>\u201cTerjadinya penolakan biasanya karena ada pengerasan hati dari pihak-pihak tertentu. Mungkin perlu dicari startegi baru untuk bisa melakukan pendekatan yang lebih baik, agar keberadaan gereja bisa diterima lingkungan,\u201d pungkas Nico saat ditemui di GKPB Fajar Pengharapan, Bandung Senin, 16 Mei 2022.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bandung, Warningtime.com &#8211; Maraknya intoleransi di Indonesia ini beberapa tahun belakangan, sebagai ekses politisi agama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,10],"tags":[],"class_list":["post-6931","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fokus","category-indonesia","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6931","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6931"}],"version-history":[{"count":2,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6934,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6931\/revisions\/6934"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}