{"id":7194,"date":"2022-10-13T15:47:14","date_gmt":"2022-10-13T15:47:14","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=7194"},"modified":"2022-10-13T15:53:15","modified_gmt":"2022-10-13T15:53:15","slug":"sabam-sirait-selalu-ingatkan-tugas-generasi-muda-turun-ke-bawah-dan-dekat-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/2022\/10\/13\/sabam-sirait-selalu-ingatkan-tugas-generasi-muda-turun-ke-bawah-dan-dekat-rakyat\/","title":{"rendered":"Sabam Sirait Selalu Ingatkan Tugas Generasi Muda Turun Ke Bawah dan Dekat Rakyat"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Screenshot_20221013-222201_Gallery.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7198\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Screenshot_20221013-222201_Gallery-300x162.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"162\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jakarta, WT &#8211; Dalam Rangka Memperingati Satu Tahun Wafatnya Sabam Sirait, \u00a0Pena\u201998 menyelenggarakan \u00a0dengan tema: Mempertahankan Demokrasi Pancasila di NKRI pada Kamis, 13\/10\/ 2022 di Aula Gedung Juang, Jakarta.<\/p>\n<p>Pancasila dengan segala kekurangannya, selama 77 tahun Indonesia mampu menjaga Indoneisa. Apa kita mau ujicoba versi yang lain, tentu tidak. \u201cSaya enggan berbicara dengan yang lain, saya setuju bagaimana memaknai Pancasila itu sendiri,\u201d tegas Adian Napitupulu.<\/p>\n<p>Anggota DPR RI kemudian menyinggung persentuhannya dengan senior Sabam Sirait yang mengajarkan sudut pandang berbeda, yang justru meminta anak muda sering-sering turun ke bawah.<\/p>\n<p>\u201cJadi berbeda yang dikatakan Bang Bursah. Dalam satu diskusi di Salemba setelah berdebat lama, Bang Sabam Bilang kamu kebanyakan baca buku, nanti kamu cepat tua sebelum waktunya. \u00a0Anak muda harus dekat rakyat. Tugas kamu yang muda-muda \u00a0ini harus turun ke bawah,\u201d tutur aktivis 98 ini.<\/p>\n<p>Ini menarik, karena Bang Sabam memotivasi kami anak muda, kalau mau dapat jawaban akan persoalan-persoalan \u00a0sosial ya \u00a0harus turun ke bawah. Demikian juga saat aktif ketika peristiwa 27 Juli selalu turun memotivasi.<\/p>\n<p>\u201cJadi memang beda level Bang Sabam, Bang Panda, Bang Dharto jika dibandingkan \u00a0generasi kini. Bagi mereka \u00a0pakaian (penampilan) itu tidak penting, sebaliknya penting kualitas\/bobot pemikiran yang disumbangkan untuk membantu rakyat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Adian juga mengisahkan ketika suatu ketika dikepung di jalan karena turun berjuang, dan kemudian \u00a0digebukin aparat. \u201cWaktu itu \u00a0saya tidur di sekretariat PMII Jakarta Timur. \u00a0Satu-satu yang saya telepon Bang Sabam meski jam \u00a02 \u00a0pagi saat \u00a0ditelepon dan \u00a0beliau mengamgkat. Ini berkesan, terus saya ingat sampai \u00a0selama ini,\u201d saksi pentolan FORKOT ini.<\/p>\n<p>Menurutnya, kalau mencoba teori sosial, \u00a0pertanyaannya laboratorium di mana? Pasti di masyarakat, \u00a0jika di sana akan mencoba terus menerus akankah baik? \u00a0Kayaknya tidak. Jika teori-teori sosial diuji di masyarakat maka korbannya manusia.<\/p>\n<p>Lalu, relevansinya\u00a0 dengan mempertahankan Pancasila, maka jangan bicara \u00a0Pancasila jika masih masyarakat miskin, upah murah, kesenjangan sosial dan lain sebagainya. \u201cMenurut saya mempercayai ideologi bangsa \u00a0ini harus mampu menjadikan \u00a0Pancasila menjadi jawaban. Menjawab semua persoalan-persoalan yang tadi disebutkan seperti mengentaskan kemiskinan, kesenjangan sosial dll,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Maka terkait hal Ini,\u00a0 maka menjadi perjuangan kita bersama, termasuk kami anggota DPR, siapapun kita dan dibidang mana pun berperan maka Pancasila harus jadi jawaban menjadikan masyarakat Indonesia sejahtera.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Irjen Pol (P) Drs. Sidharto Danusubroto, SH Bung Karno\u00a0 memimpikan demokrasi Pancasila yang sesuai sila IV yakni \u201cmusyawarah dan mufakat.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSaat ini kita menggunakan demokrasi negara ala Barat yang jadikan demokrasi kebablasan. Kita belum siap menerima demokrasi Barat. Demokrasi NPWP (No Pira Wani Piro),\u201d kritiknya tajam.<\/p>\n<p>Menurut politisi era 7 presiden ini, era ini Indonesia belum siap menerapkan demokrasi liberal. \u00a0Mengapa Obama terpilih di AS \u00a0karena dia maju jadi capres \u00a0dibayar publik. Kenyataannya kondisi kita saat ini, \u00a0mana ada \u00a0calon maju didanai publik, kita semua yang membiayai publik. Bagaimana kita bicara demokrasi?<\/p>\n<p>\u201cSaya kira Pilkada langsung sebaiknya ditunda dulu, sampai publik bisa mendanai pemilihan. Sekarang ini kan masih \u00a0money politic,\u201d beber Anggota Watimpres ini. I am dreaming, pemilu itu tertutup. Sebab kalau terbuka yang terjadi perang. Kalau terbuka dampaknya bisa pelawak terpilih atau yang cantik juga meski tidak berisi. Kalau negara sudah maju, seperti Eropa, tokoh di sana dibiayai publik mungkin tidak masalah pemilu terbuka.<\/p>\n<p>\u201cSekali lagi, \u00a0demokrasi yang diinginkan \u00a0Soekarno adalah musyawarah dan mufakat, bukan one man one vote,\u201d tegas Dharto sembari menambahkan jika Indonesia ingin maju ke depan, maka seluruh elemen harus mengawalnya.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, \u00a0H. Bursah Sarnubi, SE \u00a0mengungkapkan bahwa para pendiri bangsa merumuskan Indonesia sudah on the track. Diskusi kali ini ada dua tema yakni \u00a0Mempertahankan Pancasila dan memperingati satu tahun tokoh dan sahabat kita Sabam Sirait, yang hari inj sekiranya masih hidup tepat \u00a086 tahun.<\/p>\n<p>\u201cSaya akrivis yang beruntung di Indonesia, hidup di antar generasi. Boleh dibilang dekat aktivis 66, 70, 74, 79 terutama tokoh-tokohnya \u00a0karena aktif diskusi tentangvdemokrasi di Indonesia,\u201d ujarnya mengawali.<\/p>\n<p>Salah satunya dekat dengan\u00a0 Sabam Sirait. Kenapa dekat Pak Sabam? \u201cKarena beliau salah satu tokoh yang saya idolakan. Dia pejabat tapi punya pandangan sendiri tentang ke Indonesia. Pertama bikin diskusi Pak Sabam \u00a0orang pertama saya undang, termasuk Ridwan Saidi,\u201d bebernya sembari menambahkan bahwa yang mampu memahami Indonesia salah satunya Sabam\u00a0 Sirait.<\/p>\n<p>\u201cApa yang \u00a0dapat kita petik dari Bang Sabam,\u00a0 dia berkumpul dimana saja bahkan di masa \u00a0sentralistik tanpa curiga. Karena itu ia disegani tokoh politik,\u201d tegasnya politikus dan aktvis lintas generasi ini.<\/p>\n<p>Menurutnya, politik sipil itu harus mengejawantahkan dalam politik negara kita. Kalau kita mempertahankan Pancasila itu harus tulus, iklas dan jujur, jadi tantangannya dari diri kita sendiri.<\/p>\n<p>\u201cBang Sabam memiliki pemikiran-pemikiran maju dan modern. Orang kayak gini tidak banyak di Indonesia dan sangat langka. Ia selalu mengingatkan \u00a0tugas anak muda itu belajar, banyak baca buku, dengan itu kita bisa kemana-mana. Kalau tidak Indonesia ini tidak kemana-mana atau tidak maju,\u201d kutipnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kita musti kembangkan sinergitas, kelompok-kelompok nasional, agar tidak terputus dengan sejarah. Kita ini sering misink link. Kita tidak bisa serahkan SDA kalau kita tidak punya insinyur.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira doktrin politik dari Soekarno, menjaga warisan kekayaan Indonesia. \u00a0Harus memikirkan \u00a0dampak lingkungan karena menggunakan energi fosil yang mengganggu ekologi. Ekologi bicara keselamatan kita,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Kalau kita mulai diskusi seperti dulu, maka tantangan kita ke depan besar. Kita rusak bukan dari Pancasila, tapiaterjadi karena kesenjangan antara yang kaya dengan miskin. Kehancuran negara terjadi karena tiga hal yakni perang, amoral dan pemerintah serakah.<\/p>\n<p><strong>Gerakan Pemuda Sekarang Massif Lewat Media Sosial<\/strong><\/p>\n<p>Ketua PMII Muhammad Abdullah Syukuri bicara dari sudut pandang santri. Meski tidak langsung dengan pendiri bangsa, saat berinteraksi dengan guru-guru, mengetahui bahwa Bung Karno pernah tanya Kyai Wahid Hasym \u00a0tentang bagaimana hukumnya kewajiban membela negara dalam persfektif agama, yang dijawab wajib dan mutlak membela negara.<\/p>\n<p>\u201cKalau dulu diselenggarakan voting, maka Indonesia saya yakin negara Islam. Kalau di voting untuk bahasa nasional saya yakin juga akan bahasa Jawa bahasa nasional karena waktu 40-50 persen orang Jawa,\u201d bebernya menanggapi sistem demokrasi masa kini.<\/p>\n<p>Mengambil contoh, kekakuan membentuk negara bangsa, yang dialami Yugoslavia. Negara itu pecah berdasarkan kesukuannya menjadi Serbia, Bosnia, Korasia dsb.<\/p>\n<p>\u201cSaya bayangkan jika hal ini terjadi di Indonesia, pasti banyak sekali terpecah. Dari Aceh hingga Merauke,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Yang lain, seperti \u00a0Argentina dan Brasil yang hingga kini memakai bahasa penjajahnya Spanyol dan Portugis. \u00a0Beda dengan Indonesia walau \u00a0dijajah 350 tahun tetap kita dengan bahasa sendiri.<\/p>\n<p>\u201cSekarang ironis karena seolah kita memposisikan bangsa kita inferior hanya karena baru pulang belajar \u00a0dari Timur Tengah dan Amerika, saya kira \u00a0ini yang kita harus koreksi,\u201d tegas pria yang sedang studi di Jerman ini.<\/p>\n<p>Kenapa negara bangsa kita mau diseragamkan. Memaksakan keyakinan dan agama. Ini perlu direnungkan komunitas milenial.<\/p>\n<p>\u201cDalam konteks membangun persaudaraan kami diajarkan \u00a0sesepuh dalam tiga hal yakni membangun persaudaraan sesama Islam, membangun persaudaraan sesama anak bangsa dan membangun persaudaraan sesama manusia. Bersyukur menjadi NKRI, karena sebagai bangsa kita tidak bisa saling menyalahkan dengan yang lain,\u201d tamdasnya.<\/p>\n<p>Tantangannya, kata Abe, sejauh apa ideologi kita yakini, Pancasila dan agama kita yakini menjadikan rakyat menjadi sejahtera. Nilai-niali yang \u00a0kita yakini menuju Indonesia sejahtera.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Ketua Umum PMKRI Tri Natalia Urada menyampaikan bahwa adanya Indonesia\u00a0 sekarang sudah pasti \u00a0ada yang \u00a0berjuang untuk kemerdekaan.<\/p>\n<p>\u201cMembicarakan tokoh fenomenal Sabam Sirait, bagi saya beliau tokoh yang menginspirasi. Gerakan dia sangat mendukung UU dan Pancasila. Ia tokoh menjadi panutan, bisa mengajarkan \u00a0memilih mana yang baik. Gerakan-gerakannya konsen dengan keberagaman. Ini yang harus kita lanjutkan. Keunggulan Indonesia adalah keberagaman,\u201d ujar perempuan asal Kalimantan Barat yang baru terpilih menjadi Ketua Umum PMKRI.<\/p>\n<p>Menurutnya, konteks gerakan anak muda hari ini, berbeda dengan gerakan senior dulu, hari ini aktif media sosial, sangat massif gerakan kampanye \u00a0Pancasila di medsos.<\/p>\n<p>\u201cAnak muda turut terlibat mengawal demokrasi dan perhelatan demokrasi tahun 2024. Saya bangga, Pak Sabam meninggalkan legacy untuk Indonesia,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Diskusi ini berlangsung hingga sore dengan dihadiri sekitar 200 orang peserta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; Jakarta, WT &#8211; Dalam Rangka Memperingati Satu Tahun Wafatnya Sabam Sirait, \u00a0Pena\u201998 menyelenggarakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-7194","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-inspirasi","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7194"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7199,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7194\/revisions\/7199"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}