{"id":7387,"date":"2023-07-21T10:32:06","date_gmt":"2023-07-21T10:32:06","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=7387"},"modified":"2023-07-21T16:33:38","modified_gmt":"2023-07-21T16:33:38","slug":"ketua-umum-tim-garis-sabam-sopian-silaban-airlangga-hartarto-tepat-capres-2024","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/2023\/07\/21\/ketua-umum-tim-garis-sabam-sopian-silaban-airlangga-hartarto-tepat-capres-2024\/","title":{"rendered":"Ketua Umum\u00a0 Tim GARIS Sabam Silaban Airlangga Tepat Capres 2024"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot_20230721-172428_Photo-Editor.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-7388\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Screenshot_20230721-172428_Photo-Editor-300x141.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"141\" \/><\/a><\/p>\n<p>Jakarta, Warningtime.com &#8211;\u00a0Aktivis buruh internasional Rekson Silaban memaparkan bahwa visi Airlangga Hartarto adalah penguatan SDM, memacu pertumbuhan ekonomi 6-7 persen, kemudian Indonesia keluar dari middle income trap dan trakhir transformasi ekonomi dan\u00a0 kebijakan, \u00a0dan regulasi (omnibus law).<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan dalam Diskusi Publik bertema <em>Sukses Pulihkan Ekonomi Negeri, Airlangga Hartarto, Harapan Kebangkitan Pembangunan Indonesia?<\/em> yang menampilkan narasumber: Rekson Silaban, SE, MM, Delphi Masdiana Ujung, SH, MSi, Gema Sasmita dan Ketua Umum\u00a0 Tim GARIS Sabam Sopian Silaban berlangsung di Upnormal Cafe\u00a0 Jumat, 21\/07\/2023, Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>Diakuinya, masih ada pekerjaan rumah untuk sustainable Indonesia 5 tahun adalah pertama tantangan pembangunan pemerataan ekonomi atau ketimpangan ekonomi. Sebanyak 1 persen penduduk masih mengusai 49,3 ekonomi di Indonesia. Sehingga terjadi \u00a0Constitusional Gap terhambatnya pembangunan berkelanjutan. Sebagai aktivis buruh, Rekson menyoroti keadaan buruh di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKonsep buruh adalah tidak boleh kerja kalau tidak hidup layak. \u00a0Konstitusional gap berarti ada banyak pekerjaan yang dikontrak terus per enam bulan, bahkan bisa selamanya,\u201d ujarnya menyorot sisi lemah buruh sekarang.<\/p>\n<p>Dari segi jaminan ketenagakerjaan, sambung mantan Komisaris BPJS ini, \u00a0masih diangka 33 persen dan untuk jaminan kesehatan lebih baik sudah mencapai 90 persen. Selain itu Rekson juga mengatakan bahwa korupsi masih banyak di era sekarang.<\/p>\n<p>\u201cGojek, Grab dan lainnya bukan pekerjaan by law. Itu disebut kemitraan dengan sub bisnis. Karena mereka bukan pekerja, mereka mitra bisnis, bukan mitra kerja maka otomatis tidak dilindungi UU Tenaga Kerja tetapi dilindungi UU bisnis,\u201d kritiknya.<\/p>\n<p>Tantangan lain, \u00a0bahwa persepsi tentang pengangguran data BPS 2023 7,9 juta. Satu jam kita kerja dalam seminggu bukan dinyatakan pengangguran terbuka. Akan lebih besar angkanya jika itu termasuk pengangguran.<\/p>\n<p>Meski Airlangga Hartarto dikritik \u00a0sebagai pemerintah bukan berarti menapikan hal positif yang dilakukannya.<\/p>\n<p>\u201cBanyak hal positif dilakukan Airlangga, misalnya keberhasilan mengurus Covid. Juga di Forum G2 berperan mendorong masuknya dana 20 T untuk investasi kelistrikan, agar \u00a0Indonesia meninggalkan bahan bakar fosil. Jadi banyak juga keberhasilan. Masalahnya \u00a0mungkin keberhasilan ini tidak bisa mengkomunikasikan ke buruh\/pendidikan rendah. Ada gap antara keberhasilan dengan mengkomunikasi ke bawah,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Terkait buruh yang \u00a0menentang Omnibus law, Rekson berkilah bahwa itu bukan semata produk pribadi Airlangga tetapi pemerintah Presiden Jokowi.<\/p>\n<p>Sementara\u00a0 Gema Sasmita selaku tokoh pemuda memulai dengan menyinggung bahwa dunia memasuki era disrupsi dan era kompetisi global. Pekerjaan digital akan menjadi tumpuan, jika tidak siap dan dilindungi bisa dijajah negara lain dengan bentuk kolonialisme baru.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira Airlangga Hartarto seorang penuh semangat dan orang baik, dia tidak hanya berperan dalam memutus Covid tetapi juga dalam bidang olahraga, terutama perhatian untuk prestasi wushu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Untuk menjadi pemimpin itu tidak cukup baik, logistik tetapi harus ada keberpihakan itu kepada buruh atau wong cilik.<\/p>\n<p>\u201cPerlu ada alternatif baru, yakni poros 4 atau poros baru. Airlangga harus berani maju menjadi calon presiden. Itu kesempatan baik tampil di hadapan rakyat,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya generasi muda harus melihat secara holistic, startegic, pragmatis, tetap up to date dengan perkembangan jaman.<\/p>\n<p>Menurut Delphi\u00a0 Masdiana Ujung, \u00a0Tim Gerakan Airlangga Presiden (GARIS) Airlangga menyampaikan bahwa faktanya Airlangga masih capres yang hanya didukung partai Golkar karena PAN dan PPP juga belum jelas sikap dukungannya.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Sumut melihat bahwa Airlangga sebagai ketua partai pemenang kedua pemilu 2014 tentu mempunyai daya tarik dan strategis.<\/p>\n<p>\u201cPak Airlangga pintar, cerdas dan seorang teknokrat, dua periode di kabinet, terlihat sukses mengurus Covid. Meski beberapa survei rendah sebagai capres, tetapi dia seorang karakter pemimpin yang baik secara nasional,\u201d tegasnya. Keunggulan Airlangga dalam mengurus perekonomian.<\/p>\n<p>Ketua Umum\u00a0 Tim GARIS Sabam Sopian Silaban usai diakusi mengatakan bahwa Airlangga Hartarto sangat tepat calon presiden karena salah satu Menteri Koordinator yang berhasil di Kabinet Jokowi.<\/p>\n<p>&#8220;Seharusnya capres yang sekarang pertarungan antar menteri koordinator di kabinet Jokowi. Mereka menteri utama yang cocok melanjutkan kepemimpinan Jokowi pungkasnya,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Warningtime.com &#8211;\u00a0Aktivis buruh internasional Rekson Silaban memaparkan bahwa visi Airlangga Hartarto adalah penguatan SDM, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,11],"tags":[],"class_list":["post-7387","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fokus","category-inspirasi","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7387","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7387"}],"version-history":[{"count":6,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7387\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7394,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7387\/revisions\/7394"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7387"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7387"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7387"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}