{"id":1000,"date":"2016-07-27T08:58:31","date_gmt":"2016-07-27T08:58:31","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=1000"},"modified":"2016-07-27T09:05:39","modified_gmt":"2016-07-27T09:05:39","slug":"997","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2016\/07\/27\/997\/","title":{"rendered":"Ditangan Kapolri Baru Polisi akan Lebih Baik : Rolas B. Sitinjak, SH"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-998\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/DSC_9711.jpg\" alt=\"DSC_9711\" width=\"3543\" height=\"2362\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/DSC_9711.jpg 3543w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/DSC_9711-300x200.jpg 300w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/DSC_9711-768x512.jpg 768w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/DSC_9711-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/DSC_9711-480x320.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 3543px) 100vw, 3543px\" \/>Terpilihnya Komjen Tito Karnivian secara mulus tanpa hambatan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Badrotin Haiti tidak mengagetkan banyak orang. Setelah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai calon tunggal nyaris tak ada cacat dan noda yang bisa menghalangi langkahnya menjadi Kapolri. Padahal polisi bertitel doktor ini tergolong muda lulusan Akpol 1987. Penunjukan dirinya oleh presiden dan disetujui bulat DPR sebenarnya mengguncang tubuh Polri dengan melwati empat angkatan seniornya.<br \/>\nBagaimana Polisi ke depan di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Tito Karnivian, advokat muda Rolas B. Sitinjak, SH meyakini bahwa polisi akan semakin baik di mata masyarakat. \u201cSaya kira Pak Jokowi menunjuk Bang Tito jadi Kapolri baru itu hak pregrotif presiden. Pasti ada pertimbangan khusus tentanag itu,\u201d tutur pendiri Kantor Hukum RBS and Rekan ini. Rolas Sitinjak cukup kenal dekat Komjen\u00a0 Tito karena beberapa terlibat dalam<br \/>\nSebagai orang hukum dan masyarakat, Rolas Sitinjak melihat bahwa Tito Karnavian adalah orang mumpuni dan sangat mampu mengemban jabatan itu. Kedua, ketika dia menjabat Kapolda\u00a0 Papua, orang yang kedua bukan Kristen, track record selama memimpin\u00a0 terbukti berprestasi dengan pendekatan humanisnya.<br \/>\nHal yang sama, sambung Rolas, ketika menjabat Kapolda Metro Jaya, Tito Karnavian berhasil memperlihatkan dualisme wajah polisi. Yang pertama, wajah penegak hukum yang tegas. Yang berikut, wajah humanismenekankan pelayanan dan sangat dekat masayarakat. Paling tidak pandangan itu hasil dari pengamatan dirinya secara dekat karena beberapa kali telibat bersama kegiatan sosial.<br \/>\n\u201cKebetulan\u00a0 beberapa kali saya bekerja sama dengan beliau (Tito dalam program bakti sosial, sunatan massal dan pengobatan gratis. Dari sisi akademis beliay sangat mumpuni dan\u00a0 berprestasi.\u00a0 Saya percaya di tangan Pak Tito kepolisian akan berhasil dan dicintai masyarakat,\u201d ujarnya yakin.<br \/>\nLebih jauh, kata Rolas Sitinjak, dia sosok sederhana, low profile, besahaja dan enak berdiskusi. Sangat menghargai orang. \u201cBeberapa kali saya lihat sendiri, dia ramah dan senang berdiskusi dengan siapapun bahkan dari kalangan bawah sekalipun.\u00a0 Dia orang sangat sabar dan bisa menempatkan diri serta\u00a0 rendah hati,\u201d saksinya.<br \/>\nSelain itu, kelebihan lain menurut Rolas adalah Tito Karnavian punya hubungan baik dengan dunia internasinal. Prestasi lain, waktu berdinas\u00a0 satuan Densus, Tito berhasil menangkap gembong teroris Dr Azhari. Demikian juga saat menjabat\u00a0 kasat serse di Jakarta prestasi yang diukirnya sangat cemerlang. Dia mampu ditambah karektar yang baik membuatnya lengkap sebagai Kapolri yang diharapkan bisa merubah tubuh polri secara cepat. Karena itu, lanjut Rolas, di tangan Tito\u00a0 polisi ke depan akan semakin dicintai rakyat.<\/p>\n<p><strong>Kapolri Paling Mulus<\/strong><br \/>\nSepanjang sejarah penentuan Kapolri yang berlangsung paling mulus adalah Tito Karnavian. Secara internal Polri diterima baik. Secara politik juga diterima baik. Tidak hanya itu, secara akademis, LSM dan aktivis pergerakan sangat diterima dengan baik. Dia seperti tidak punya cacat.\u00a0 \u201cBahkan proses di DPR\u00a0 biasanya selalu ada dua kubu bertentangan saat fit and proper test Tito semua berjalan mulus. Mereka semua menerima secara bulat. Ini sebuah rekor baru,\u201d tukas Rolas.<br \/>\n<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-1002\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/rolas1.jpg\" alt=\"rolas1\" width=\"3543\" height=\"2362\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/rolas1.jpg 3543w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/rolas1-300x200.jpg 300w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/rolas1-768x512.jpg 768w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/rolas1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/rolas1-480x320.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 3543px) 100vw, 3543px\" \/>Ditanya\u00a0 apa ada kegoncangan di tubuh Polri dengan lompatan besar dalam angkatan, Rolas melihat tidak ada ada seperti itu.\u00a0 \u201cItulah kehebatan Tito. Mungkin saja ada riak-riak kecil. Tetapi dengan kemampuan dan kerendahan dia,\u00a0 meski ada loncat\u00a0 empat angkatan sama sekali tidak terlihat friksi. Tito memang berhasil mendekati seniornya dan\u00a0 menghormati mereka,\u201d paparnya.<br \/>\nRolas menilai pertimbangan Presiden Jokowi sudah mendalam sebelum menunjuk calon kapolri tunggal.\u00a0 Presiden memilih dirinya karena ingin memperbaiki kinerja polisi. Dengan kemampuannya memimpin budaya polisi pasti berubah. \u201cSaya dengar statement belum lama ini dengan tegas mengatakan bahwa kalau Kapolri tadak akan ada sistem setoran dari kapolres untuk kenaikan pangkat. Saya kira itu terobosan penting.\u201d<br \/>\nAda satu contoh polisi yang memiliki terobosan baik. Namanya Tahi Silitonga yang sekarang menjabat salah satu direktur di Polda Sumatera Selatan. Dulu jaman Komjen Susno, kata Rolas lagi ramai kasus cicak versus buaya. Saat itu polisi dibully masyarakat tidak habis-habisnya. \u201cPak Tahi waktu itu\u00a0 bertugas di Malang, dia melakukan hal yang tak lazim dengan mengadakan\u00a0 sensus semua penduduk di sana. Kemudian\u00a0 anak buahnya disuruh datang menjumpai setiap penduduk dan meminta\u00a0 maaf dan menawarkan apa yang bisa dibantu. Itu terobosan penting karena imej polisi yang terpuruk jadi bangkit,\u201d kisah Rolas.<br \/>\nBelakangan, entah terkait terobosan itu, ada dua orang polisi yang terpilih menjadi\u00a0 dari Malang anggota DPR. Jadi di Malang waktu itu polisi sangat dicingtai. Bahkan ada masyarakat yang bersaksi bahwa selama hidup baru kali ini didatangi polisi dan menawarkan bantuan. Kisah lain, sambung Rolas, ketika\u00a0 Tito bertugas di Papua sebelum berkunjung ke polres selalu lebih dulu mengunjungi kodim setempat.\u00a0 \u201cMakanya tidak ada pernah bentrok antara aparat selama dia memimpin di Papua,\u201d beber Rolas yang berharap ke depan semakin terjalin hubungan erat antar penegak hukum.<br \/>\n\u201cMudah-mudahan polisi ke depan semakin lebih baik. Memang ada\u00a0 4-5 generasi terlampau olehnya ini prestasi luar biasa.\u00a0 Diharapkan perubahan di kepolisian RI akan cepat seperti revolusi mental\u00a0 yang dicanangkan Presiden Jokowi,\u201d pungkas Rolas optimis. m<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terpilihnya Komjen Tito Karnivian secara mulus tanpa hambatan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Badrotin Haiti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":998,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1000","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-home","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1000"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1000\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1004,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1000\/revisions\/1004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}