{"id":2371,"date":"2017-02-13T06:24:40","date_gmt":"2017-02-13T06:24:40","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=2371"},"modified":"2017-02-13T06:25:08","modified_gmt":"2017-02-13T06:25:08","slug":"refleksi-awal-tahun-piki-pancasila-yang-jadi-acuan-pancasila-18-agustus-1945","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2017\/02\/13\/refleksi-awal-tahun-piki-pancasila-yang-jadi-acuan-pancasila-18-agustus-1945\/","title":{"rendered":"Refleksi Awal Tahun PIKI: Pancasila Yang Jadi Acuan Pancasila 18 Agustus 1945"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-2372\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/pk.jpg\" alt=\"pk\" width=\"535\" height=\"326\" \/>Menyambut awal tahun, Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) kembali menyenggarakan Refleksi Awal Tahun dengan Tema: <em>Merawat Pancasila Merawat Indonesia<\/em>. Tema ini menjadi penting dan sangat cocok mengingat perjalanan bangsa Indonesia belakangan ini yang mengalami banyak goncangan.<\/p>\n<p>Seminar sehari yang menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai bidang keilmuan antara lain Dr Sri Adiningsih Ketua Watimpres, Prof John Pires\u00a0 DPD RI Maluku dan Dr\u00a0 Yusmick pakar Tata Negara Unika Atma Jaya Jakarta, diadakan di aula BKKBN Halim, Jakarta Timur, \u00a0Sabtu 11\/2\/17.<\/p>\n<p>Dr Sri Adiningsih membawakan tema tentang Ekonomi Pancasila. Ekonom UGM ini dalam paparannya\u00a0 mengatakan ada 14 paket Ekonomi Jokowi yang terus di kawal, dan hingga saat ini ditengah lesunya ekonomi global Indonesia mengalami pertumbuhan 4,5 %. Menurutnya analisanya jika keadaan pertumbuhan ekonomi makin membaik maka tahun\u00a0 2025\u00a0 Indonesia akan menjadi negara dengan GNP terbesar keempat di dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Meski eksport sedang lesu, akibat kondisi ekonomi dunia yang secara global melemah tetapi Indonesia salah satu yang tetap mengalami pertumbuhan karena pasar di dalam negeri (konsumsi) baik,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Sementara Dr\u00a0 Daniel Yusmic\u00a0 memaparkan sistem hukum Tata Negara Indonesia yang warisan Belanda masih banyak kelemahan. Menurutnya Pancasila benar sumber hukum di Indonesia, itu masih perlu pertanyaan? Selain itu lanjutnya masih\u00a0 belum ada sinkronisasi antar UU. Dicontohkan bagaimana UU Peternakan dan UU Perdagangan bertentangan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya kira ini terjadi karena pada waktu dibuat terjadi egosentris,&#8221; tuturnya sembari menambahkan masih banyak Perda yang dibuat di daerah bertentangan dengan norma Pancasila.<\/p>\n<p>Menarik apa yang dikemukanan oleh Prof. Dr.\u00a0 Jhon Piris bahwa hukum itu adalah keadilan tertinggi seperti diungkapkan Aristoteles. Hukum dan keadilan itu\u00a0 variabel dependen. Meski hukum tanpa kekuasaan dan sebaliknya pasti tak berguna.<\/p>\n<p>&#8220;Yang merusak hukum itu orang partai. Contoh kementerian pertanian yang menyelewengkan impor sapi,&#8221; tegasnya menolak jika hukum yang disalahkan. Pires juga menyinggung bahwa Pancasila yang versi 1 Juni, 22 Juni dan 18 Agustus semua memang ada.<\/p>\n<p>Pada sesi kedua, tampil Prof Dr John Titelay. Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menyampaikan pendapat yang berbeda yakni menegaskan bahwa agama masih memegang peranan penting. &#8220;Selama ini memang terlihat &#8220;monopoli&#8221; politik tetapi jangan salah bahwa dibelakangnya masih kental agama,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Kata Titelay, siapapun tidak bisa meneliti secara komprehensif kalau tidak melibatkan agama. Karena itu, menjadi penting\u00a0 gereja harus merumuskan teologi tentang Indonesia. Bicara Pancasila rasanya kita semua belum memahami Pancasila itu apa? Pancasila versi Bung Karno akumulasi politik tahun 1920-an yang terkait dengan Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme.\u00a0 Latarnya ingin menjatuhkan Belanda.<\/p>\n<p>Namun jika ditanya pancasila mana yang menjadi patokan kita adalah Pancasila 18 Agustus 1945, setelah disepakati secara sah. &#8220;Ya itu notulen yang sah. Makanya jangan lari dari situ. Itu dokumen asli,&#8221; tegasnya sembari berharap agar kembali menggunakan atas rahmat Tuhan yang Maha Esa seperti naskah aslinya.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-2373\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/pk2.jpg\" alt=\"pk2\" width=\"1476\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/pk2.jpg 1476w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/pk2-300x130.jpg 300w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/pk2-768x333.jpg 768w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/pk2-1024x444.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1476px) 100vw, 1476px\" \/><\/p>\n<p><strong>Apresiasi Presiden Joko Widodo<\/strong><\/p>\n<p>Bakti Nendra\u00a0 Prawiro yang juga\u00a0 Ketua Umum PIKI memberi masukan kepada presiden Jokowi dengan tagline beberapa hal antaranya presiden Jokowi akan tercatat dalam sejarah sebagai presiden Indonesia yang membangun infrastruktur yang menghubungkan merata di berbagai kawasan Indonesia. Presiden Jokowi akan di catat sebagai presiden yang mensejahterakan Indonesia dari pinggir ke pusat.<\/p>\n<p>Jokowi,\u00a0 Anda akan di catat sebagai &#8216;juru selamat&#8217; orang Papua karena membebaskan orang Papua dari keterbelakangan pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur. Kenapa, karena untuk Papua Jokowi memiliki modal sosial yang kuat karena suaranya hampir seratus persen dari Paua. Dan yang paling utama adalah anda tercatat sebagai presiden yang mengukuhkan dan mengokohkan Pancasila\u00a0 dan inilah nantinya yang akan disampaikan presiden sebagai target yang cukup tinggi.<\/p>\n<p>Bagaimana mewujudkan masukan dari PIKI, tentu saja Presiden bersama tim revolusi mentalnya sudah mempunyai cara . Tentang \u00a0target waktunya itu harus dalam waktu dekat, saat ini pemerintahan Jokowi sudah memasuki tahun ketiga. Dan PIKI yakin Jokowi bisa mewujudkannya apalagi di tahun ketiga ini belum ada bau-bau krorupsi yang dilakukannya kalau keberpihakan pasti ada. Dan itu modal besar merealisasikan apa yang menjadi masukan dari PIKI.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyambut awal tahun, Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) kembali menyenggarakan Refleksi Awal Tahun dengan Tema: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2372,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-2371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fokus","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2371"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2374,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2371\/revisions\/2374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2372"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}