{"id":2795,"date":"2017-05-01T05:51:06","date_gmt":"2017-05-01T05:51:06","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=2795"},"modified":"2017-05-01T05:53:34","modified_gmt":"2017-05-01T05:53:34","slug":"necta-mandes-sekretaris-jenderal-wscf-pancasila-bisa-menjadi-role-model-perdamaian-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2017\/05\/01\/necta-mandes-sekretaris-jenderal-wscf-pancasila-bisa-menjadi-role-model-perdamaian-dunia\/","title":{"rendered":"Necta Mandes \u2013 Sekretaris Jenderal WSCF: Pancasila Bisa Menjadi Role Model Perdamaian Dunia"},"content":{"rendered":"<p>Scretary General World Student Christian Federation (WSCF), Necta Mandes dari Philipina mengungkapkan bahwa Indonesia adalah contoh yang baik dalam menjaga perdamaian. \u00a0Bagaimana pemerintah,\u00a0 masyarakat dan termasuk juga gereja-gereja bekerja sama untuk menjaga kedamaian.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat menghargai Pancasila sebagi prinsip dasar yang penting, yang dipegang di negara ini. Pluralisme bekerja dengan baik di Indonesia,\u201d tutur Necta Mandes saat ditemui di sela-sela Konferensi Pemuda Kristen di Hotel Peninsula, 24\/04\/2017.<\/p>\n<p>Menanggapi tema Konferesi Pemuda Kristen Global, Mandes menyatakan tema<em> \u201cThirst for Peace\u201d<\/em>\u00a0\u00a0 bukan hanya ditujukan untuk Indoensia, tetapi sangat relevan untuk semua negara di dunia.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2796\" aria-describedby=\"caption-attachment-2796\" style=\"width: 851px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2796\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/20170424_201721.jpg\" alt=\"\" width=\"851\" height=\"638\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/20170424_201721.jpg 500w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/20170424_201721-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 851px) 100vw, 851px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2796\" class=\"wp-caption-text\"><em>Necta Mandes, Sekjend WSCF (Tengah) di dampingi Sahat Sinurat Ketua GMKI (Kiri)\u00a0<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cKami di WSCF terlibat gerakan perdamaian, seperti di Timor Tengah. Konfrensi ini bukan hanya Indonesia, tapi Indonesia bisa disebut \u00a0role model bagaimana hidup berdampingan dalam menjaga perdamaain dan kerukunan. Ini bisa contoh untuk negara Timur Tengah yang sedang dilanda konflik perang,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Menurut Necta Mandes, di Timur Tengah Kristen minoritas, karena perang banyak \u00a0terpaksa mengungsi dan meninggalkan negaranya. Orang-orang Kristen makin sedikit karena stuasi perang yang sangat sulit. Orang Kristen yang tertarik semakin sedikit. Jika meraka tinggal di negeri \u00a0itu maka makin susah bagi mereka untuk menjadi Kristen. Nah di sini Pancasila sebagai prinsip bisa menjadi semacam alat perjuangan.<\/p>\n<p>WSCF tentunya banyak mengadakan program nyata. Salah satunya mengunjungi Palistina. Pemuda Kristen dari berbagai negara datang dan tinggal di Palistina. Bicara kenyataan di sana dan mendengar langsung. Pengalaman ini akan dibawakan untuk mendorong membangun perdamaian di negara masing. Contoh Pancasila ini bisa dijelaskan ke negara-negara di Timur Tengah, bagaimana hidup dan menjaga perdamaian.<\/p>\n<p>\u201cMungkin program ini sangat sederhana. Beberapa contoh di Palistina, orang WSCF \u00a0dari mahasiswa dunia tinggal di sana. Karena pandangan di media means stream sering berbeda maka mereka berkesempatan langsung tahu dari sumber primer,\u201d Necta menjelaskan.<\/p>\n<p>Menurut Necta juga ada program kapasitas building dan advokasi. Itu \u00a0dilakukan supaya bisa melakukan pembangunan kapasitas dan pembelaan di negara masing-masing. WSCF juga punya program justice yakni pertemuan sekali dua tahun khusus mempelajari konflik negara-negara di dunia dan bagaimana menyelesaikan masalah di negara itu. Dalam kegiatan itu WSCF \u00a0biasanya \u00a0bekerja sama dengan beberapa patner seperti Unesco, UN, Global Church, Global Peace Forum dan beberapa badan dunia lainnya.<\/p>\n<p>Karena semua kegiatan ESCf di level pergerakan,\u00a0 biasanya memang kegiatan konferesi seperti ini pasti ada tindakan konkrit dan rekomendasi pemikiran atau aksi-aksi di negara yang anggota WSCF. Contoh July 2017 akan diadakan \u00a0Timur Tengah. Konferensi ini akan diadakan dalam rangka bertukar pikiran \u00a0dan mendengar langsung\u00a0 kondisi seperti di Libanon.\u00a0 Tujuan kedua menjaga agar di negaranya \u00a0tidak terjadi konflik seperti Timur Tengah. Ada juga program juga menanggapi Bom di Mesir.\u00a0 Ini semacamm pencerahan untuk solidaritas pemuda Kristen dunia.<\/p>\n<p>Ditanya bagaimana pendapatnya tentang kebijakan Presiden Duterte tentang pembasmian Narkoba di negara? Neckta tersenyum dan menyatakan bahwa pertanyaan yang sama selalu muncul ketika mengunjungi beberapa negara di dunia.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira ini problem besar di Philpina, dan sebenarnya ada\u00a0 aturan perundangundangan ya harus diterapkan. Memang selama ini ada\u00a0 upaya kuat dari Presiden Philipina untuk menghilangkan narkoba. Karena pemakaian narkoba sangat tinggi maka \u00a0persoalan selama ini yang ditindak hanya sindikat kecil sementara sindikat besar susah dijangkau harusnya yang besar ini ditindak lebih dulu,\u201d tutur Necta yang menyebut bahwa ini pendapat pribadi bukan sebagai WSCF.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Scretary General World Student Christian Federation (WSCF), Necta Mandes dari Philipina mengungkapkan bahwa Indonesia adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2796,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,11],"tags":[],"class_list":["post-2795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-home","category-inspirasi","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2795"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2795\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2797,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2795\/revisions\/2797"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}