{"id":3942,"date":"2018-04-06T06:55:13","date_gmt":"2018-04-06T06:55:13","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=3942"},"modified":"2018-04-06T06:56:11","modified_gmt":"2018-04-06T06:56:11","slug":"mathius-awoitauw-selama-generasi-muda-papua-belum-maju-kami-harap-guru-guru-tetap-bertahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2018\/04\/06\/mathius-awoitauw-selama-generasi-muda-papua-belum-maju-kami-harap-guru-guru-tetap-bertahan\/","title":{"rendered":"Mathius Awoitauw : Selama Generasi Muda Papua Belum Maju Kami Harap Guru-Guru Tetap Bertahan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-3943\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/hau3.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/hau3.jpg 960w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/hau3-300x169.jpg 300w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/hau3-768x432.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/>SENTUL WT &#8211;\u00a0 Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw SE, MSi\u00a0 Kerjasama Kabupaten Jayapura dan\u00a0 Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas\u00a0 (Indocer)\u00a0 adalah kerjasama yang luar biasa dalam memajukan pendidikan anak-anak Papua. Menurutnya, lewat Indocer\u00a0 Tuhan mengirim 315 guru-guru muda untuk Jayapura. Guru-guru ini\u00a0 bekerja di medan yang berat mendidik anak-anak\u00a0 dan penerimaan masyarakat Jayapura sangat antusias, sehingga sekrang telah terjadi perubahan yang drastis dan luar biasa terutama kemajuan Pendidikan di Kabupaten Jayapura.<\/p>\n<p>\u201cKebetulan saya ada acara di Jakarta, saya sempatkan berkunjung ke sini\u00a0 ke teman saya (Hauw). Teman saya ini dan Indocer luar biasa sangat peduli dengan kami di Papua. Terdapat 315 guru yang ditempatkan di 20 distrik atau kecamatan. Kita terus berkomunikasi dengan Indocer untuk menemukan pola penting ke depan. \u00a0Mungkin ini perlu masukan ke pemerintah sehingga bisa merubah mindset dan melalui pendekatan lain seperti dilakukan Indocer ini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Mathius, kalau di Papua termasuk di Kabupaten Jayapura,\u00a0 ketertinggalan pendidikan\u00a0 terkait masalah budaya. Budaya sosial orang Papua memang tinggi karena\u00a0 memang alam membentuk budaya itu. Di sana dianggap serba muda karena alam menyediakannya.<\/p>\n<p>\u201cKalau mau makan tinggal ambil saja dari hutan. Karena itu orang Papua merasa hidup ini tidak sulit sangat mudah. \u00a0Sehingga untuk berjuang lebih perlu waktu,\u201d ujar Bupati yang telah menjabat dua periode ini. Makanya, sambung\u00a0 Mathius ketika diterapkan di daerah sulit, apalagi dengan cara-cara yang biasa tidak gampang. Harus ada kolaborasi seperti guru dari Indocer dan guru lokal sambil mengisi dan menguatkan pendidikan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKetika saya datang mengunjungi salah satu kepala suku, kepala suku bilang, Pak Bupati guru yang di sini tidak boleh dipindah. Anak-anak kami sudah pintar-pintar karena mereka. Saya bilang bagaimana dengan keamanan mereka. Kami jamin,\u201d\u00a0 kata Mathius menirukan ucapan kepala suku.<\/p>\n<p>Demikian juga ketika, dia mengaku mengunjungi salah satu kecamatan sedang ada kegiatan. Dirinya dilaporin bahwa guru-guru dari Indocer juga turut aktif membantu dan mereka sangat berterimakasih dengan keberadaan guru-guru tersebut. &#8220;Saya panggil guru itu, tinggal dimana? Di perumahan Pak, soalnya semua warga di sini meminta kami tinggal di rumahnya, biar adil terpaksa di perumahan. Semua sangat baik,&#8221; tutur Mathius menggambarkan bagaimana hubungan warga dan guru-guru tersebut.<\/p>\n<p>Setelah masa missonaris\u00a0 sekarang ini pembangunan gencar, dan masalah pendidikan mulai terangkat. Kita memulai dan tertuju memajukan SDM Papua. Maka,\u00a0 setiap usia dini sudah dipersiapkan pendidikan. Karena itu perlu guru yang baik dan trampil mendidik.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira ditangan guru baik akan menghasilkan generasi yang luar biasa. Guru-guru ini punya karakter. Ini luar biasa,\u201d pujinya seraya berterimakasih ke Indocer.<\/p>\n<p>Ditamhakan Alpius Toam ST, MT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura yang turut mendampingi Bupati dinas ke Jakarta.\u00a0 Apa yang dilakukan\u00a0 Indocer\u00a0 memiliki pertalian erat dengan salah satu visi misi dari permerintah\u00a0 Kabupaten Jayapura yakni mewujudkan\u00a0 Jayapura yang cerdas. Namun di sisi lain ia juga tak menampik seputar adanya fakta tantangan pendidikan di Kapubaten Jayapura.<\/p>\n<p>\u201cPak Bupati ketika dilantik memiliki mimpi bahwa 2015 generasi Papua harus menjadi generasi cerdas,\u201d katanya. Dengan kehadiran Indocer sejak 2014 maka ada perubahan dalam pendidikan anak-anak khususnya di Kabupaten Jayapura. Sejak 2016 anak-anak dari pedalaman dan pinggiran yang dilayani guru dari Indocer mampu\u00a0 bersaing dengan anak-anak di kota seperti Sentani.<\/p>\n<p>Dinas Pendidikan mengadakan cerdas cermat dan OSN, sekarang malah juara matematikanya ada dari pelosok dari Yapsi. Itu bukti guru-guru berhasil mendidik. Karena itu ketika kontrak 2 tahun Indocer selesai, Pemda Jayapura \u00a0segera membuat SK baru untuk menggantikan. \u201cHingga kini Dinas Pendidikan Jayapura telah mengalokasikan anggaran 14 miliar,\u201d bebernya. Inilah contoh bagaiman guru dan masyarakat bisa berkolaborasi dengan baik mengangkat mutu pendidikan anak-anak Papua.<\/p>\n<p>Ditegaskan Bupati, selama generasi Papua belum maju maka guru-guru di sana bisa tinggal tetap di Papua. \u201cTerimakasih atas kepedulian kawan-kawan Indocer, selama\u00a0 generasi anak muda Papua belum maju kami\u00a0 harap guru-guru bisa tetap di Papua,\u201d tukas Mathius mantap dan penuh harap.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SENTUL WT &#8211;\u00a0 Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw SE, MSi\u00a0 Kerjasama Kabupaten Jayapura dan\u00a0 Yayasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3943,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3942"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3945,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3942\/revisions\/3945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}