{"id":4200,"date":"2018-08-19T01:34:41","date_gmt":"2018-08-19T01:34:41","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=4200"},"modified":"2018-08-19T01:39:47","modified_gmt":"2018-08-19T01:39:47","slug":"senator-arya-wedakarna-apresiasi-warna-indonesia-2018-di-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2018\/08\/19\/senator-arya-wedakarna-apresiasi-warna-indonesia-2018-di-bali\/","title":{"rendered":"Senator Arya Wedakarna Dukung Penyelenggaraan AWI 2018 di Nusa Dua Bali"},"content":{"rendered":"<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-4201\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/20180817_160908-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/20180817_160908-300x169.jpg 300w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/20180817_160908-768x432.jpg 768w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/20180817_160908-1024x576.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Jakarta WT<\/strong> &#8211; Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia diterima Dr Sri I Gusti Ngurah Arta Wedakarna di Ruang Rapat Badan Kehormatan DPD RI, Jumat (17\/08\/2018) dalam rangka persiapan Apresiasi Warna Indonesia (AWI) yang akan dilangsungkan di Nusa Dua Bali (25\/08\/2018).<\/p>\n<p>\u201cPertama saya apresiasi atas terpilihnya Bali untuk penyelenggaraan AWI 2018 yang kedua. Sebagai tokoh dari umat Bali berterimakasih atasi kepercayaan. Semoga ada kerjasama yang baik dan erat ke depan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Senator asal Bali ini berjanji akan mendukung dan akan menghadiri acara tersebut. \u201cTerimakasij atas apresiasi yang akan diberikan. Apa yang saya bantu, silahkan ditindaklanjuti dengan staf saya. Sampai ketemu di Bali,\u201d ujar Arya Wedakarna.<\/p>\n<p>Pada saat itu, Arya juga menjelaskan bahwa tantangan di Bali, jadi kalau bikin even memang harus memperhatikan budaya lokal. Apalagi yang nasrani yang sudah lama dan turun temurun di sana sangat berbeda dengan para pendatang baru beda. Kalau yang sudah lama dan nenek moyang sudah lama di sana sangat mudah menghormati budaya lokal. Yang pendatang baru memang berbeda agak kurang menghargai budaya lokal. Memang harus pendekatan berbeda. Artinya hubungan baik perlu dijaga dengan pendudum Bali sehingga jangan sampai ternoda.<\/p>\n<p>\u201cSaya bergaul dengan nasrani yang sudah lama tinggal di Bali. Hubungan sangat baik, bagaimana dengan pendatang baru itu, maka saya harapkan perlu Pewarna untuk mencoba memberikan pemahaman agar terjadi penghargaan terhadap budaya Bali,\u201d pesannya.<\/p>\n<p>Menurutnya, di Tahun politik ini sudah jelas musuh kita siapa. Sebagai umat beragama, baik Nasrani dan Hindu, yang sama-sama minoritas, kita punya kepentingan besar untuk tegaknya NKRI. \u201cSatu kelemahan minoritas biasa agak malu-malu, sehingga sering dianggap menjadi abu-abu. Di Bali kami sudah berhasil dengan meningkat partisipasi pemilih, berharap juga di nasional terjadi peningkatan partisipasi.<\/p>\n<p>\u201cYang penting nanti di sana melibatkan tokoh di Bali. Nanti tokoh umat Hindu yang kritis saya undang untuk bisa bicara terbuka. Saya kira acara seperti ini kami susah melupakannya. Itu salah satu cara untuk mencairkan suasana dan menjaga keharmonisan. Saya memiliki beban siapa menerima AWI 2018 harus menjaga nama baik dan kehormatan. Saya senang bisa terpilih salag satu penerima, itu menjadi membuat saya semakin hati-hati dan teposeliro,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ke depan, Arya berharap agar komunitas nasrani bisa aliansi dan menjaga Bali. Pengusaha- pengusaha nasrani ini selama ini sangat mendukung. \u201cSaya pikir harus merangkul juga. Ini sebagai signal bagus untuk kita berjuang bersama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta WT &#8211; Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia diterima Dr Sri I Gusti Ngurah Arta Wedakarna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4201,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-4200","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fokus","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4200","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4200"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4205,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4200\/revisions\/4205"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}