{"id":5444,"date":"2019-09-25T16:30:18","date_gmt":"2019-09-25T16:30:18","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=5444"},"modified":"2019-09-25T16:34:22","modified_gmt":"2019-09-25T16:34:22","slug":"christian-watch-keberatan-pernyataan-prof-andi-hamzah-di-ilc","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2019\/09\/25\/christian-watch-keberatan-pernyataan-prof-andi-hamzah-di-ilc\/","title":{"rendered":"Christian Watch Keberatan Pernyataan Prof Andi Hamzah di ILC"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/20190925_232544.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-5445\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/20190925_232544-300x204.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"204\" \/><\/a>WARNINGTIME.COM JAKARTA \u2013 Ketua Yayasan Jaga Kawal Kekristenan Indonesia (JKKI) Christian Wacth Ps. Joshua Tewuh menyampaikan sikap keberatan terhadap pernyataan yang dikemukakan Prof. Dr. Andi Hamzah di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) kemarin malam (24\/9) khusus membahas RKUHP khusus tentang pasal terkait kumpul kebo.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan pada jumpa pers di Apartemen Kalibata Jakarta Selatan, Rabu (25\/9\/2019). Ps Joshua Tewuh didampingi Tonny Purba, SH, MH, Ricardo Putra Saragih, SH dan Pdt. Charles Simamora, MMin.<\/p>\n<p>\u201cSaya menonton langsung di ILC semalam dan menyimak narasumber Prof Andi Hamzah berbicara pasal kumpol kebo. Pernyataan beliau sebagai ahli Hukum Pidana Indonesia menurut kami mencemarkan kekristenan Indonesia dan memberi citra buruk keluarga besar Minahasa terkait ulasannya tentang kumpul kebo. Tiga daerah salah satunya Manado disebut gelisah dimuat pasal kumpul kebo dalam RKUHP karena disebut daerah seolah \u201cmenutup mata\u201d dengan kumpul kebo dengan mengutip penelitian Prof Hazairin,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Kata Joshua Tewuh pernyataan profesor Andi Hamzah\u00a0 sangat melecehkan, mencemarkan dan mendiskreditkan suku Minahasa (Manado) dan kekristenan. \u201cSaya ingin menyatakan keberatan mendalam, atas nama JKKI Christian Watch mengingatkan semata menyadarkan prof. Kita semua punya hak bicara, tapi kita punya rambu-rambu moral. Apalagi level beliau dengan tingkat intelektual dan akademisi level tinggi, bagaimana bisa seorang profesor tidak melihat rambu-rambu moral itu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, munculnya pernyataan seperti itu berpotensi menimbulkan pemecahbelahan sebagai sesama anak bangsa. \u201cSaya dapat telepon dari anak Manguni bertanya bagaimana sikap kami di Jakarta dan juga teman-teman pendeta. Itu sebabnya kami berkonsultasi, akhirnya memutuskan membuat pernyataan sikap di publik dan meminta Prof Andi Hamzah meminta maaf,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cPernyataan ini bukan yang pertama disampaikan, sebab saat diwawancarai TVOne sebelumnya,\u00a0 sudah mengutip Haserin (saya tidak tahu siapa dia) disebut ada tiga daerah gelisah dan cemas terkait pasal kumpul kebo, yaitu Minahasa (Manado), Bali dan Mentawai, dalam wawancara dengan seorang presenter perempuan,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Kemudian berikutnya di ILC kemarin Selasa (24\/9\/2019) hanya Prof Andi Hamzah kembali menyebutkan satu daerah Manado. Dikatakan Manado yang paling gelisah jika kumpul kebo diatur dalam KUHP baru nanti.<\/p>\n<p>\u201cSaya mempertanyakan apakah Prof bicara sudah berdasarkan riset ilmiah? Dan apakah kumpul kebo di Manado lebih dari daerah lain? Itu sangat mendiskreditkan orang Manado. Saya sangat tersinggung profesor. Sebagai orang Minahasa, saya menuntut yang terhormat Profesor Andi meminta maaf dan mencabut pernyataan tersebut,\u201d kata Ps Joshua Tewuh.<\/p>\n<p>Apalagi, sambung Joshua,\u00a0 disebut kenapa di Manado dikaitkan karena Kristen. Itu bicara adat dan budaya, apalagi dalam kekristenan. &#8220;Saya tolak pernyataan tak berdasar itu. Walau pernah jaksa di sana berarti Prof tidak bergaul. Orang Minahasa itu friendly, sangat terbuka, santun dan sopan. Justru ini yang sering disalahpahami orang luar,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Disaat Presiden Jokowi terus mengajak persatuan, toleransi dan keberagaamaan sebagai sipirit kebangsaan kita, maka seharusnya tidak keluar pernyataan yang mendiskreditkan orang Minahasa dan kekristenan.<\/p>\n<p>Karena itu, pesannya, jika tidak merespon dengan baik keberatan ini maka Christian Watch akan\u00a0 mempertimbangkan menempuh jalur hukum.<\/p>\n<p>Sekretaris Umum Christian Watch\u00a0 Ricardo Putra Saragih, SH menambahkan bahwa kegelisahan yang yang dialami ketua (Ps Joshua) juga menjadi kegelisahan dirinya. \u201cAgar persatuan daan kesatuan terus terjaga baik, maka jangan sampai terulang lagi hal seperti ini. Jalan ini kami tempuh agar semua bisa belajar dari masalah ini,\u201d timpalnya.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga diungkapkan Pdt Charles Simamora yang turut hadir. Ia menegaskan bahwa apa yang telah diungkap Ps Joshua Tewuh juga menjadi kegelisahan pendeta dan orang-orang Kristen lain. \u201cSaya kira biarlah ini pelajaran baik untuk semua orang ke depan, supaya setiap orang ketika berbicara di publik perlu berhati-hati menjaga ucapan, agar tidak menimbulkan keresahan dan perpecahan anak bangsa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kembali Ps Joshua Tewuh juga menegaskan selain disampaikan dalam konperensi pers ini nanti lewat Sekum akan menyurati secara resmi Prof Dr Andi Hamzah. Surat yang sama juga akan dilayangkan ke ILC (Karni Ilyas sebagai pengasuh ILC itu).<\/p>\n<p>\u201cSaya kira ketika ada kelompok tertentu dirugikan ditayangan ILC maka seharusnya mereka yang dirugikan diberi kesempatan yang sama hak jawab atau klarifikasi,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WARNINGTIME.COM JAKARTA \u2013 Ketua Yayasan Jaga Kawal Kekristenan Indonesia (JKKI) Christian Wacth Ps. Joshua Tewuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,1],"tags":[],"class_list":["post-5444","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fokus","category-home","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5444","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5444"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5448,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5444\/revisions\/5448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}