{"id":5502,"date":"2019-10-10T10:56:56","date_gmt":"2019-10-10T10:56:56","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=5502"},"modified":"2019-10-10T10:56:56","modified_gmt":"2019-10-10T10:56:56","slug":"jakomkris-pb-fokus-kepada-penguatan-jemaat-pasca-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2019\/10\/10\/jakomkris-pb-fokus-kepada-penguatan-jemaat-pasca-bencana\/","title":{"rendered":"Jakomkris PB Fokus Kepada Penguatan Jemaat Pasca Bencana"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191010_130039.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-5504\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/20191010_130039-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/><\/a>WARNINGTIME.COM JAKARTA \u2013 Jaringan Komunitas Kristen untuk Penanggulangan Risiko Bencana untuk Penanggulangan (Jakomkris PB) di Indonesia menyatakan Fokus Kepada Penguatan Jemaat Pasca Bencana. Demikian disampaikan Efendi Aritonang saat konferensi pers di Lantai 3 Grha Oikumene, Jakarta (10\/10) bersama tujuh Badan Pengarah Jakomkris PB.<\/p>\n<p>Seperti diketahui konferensi pers diselenggarakan disela-sela Kongres II di Graha Oikumene. Dijelaskan Subagio bahwa tujuan utama Jamkomkris PB adalah dalam koordinasi antara gereja dan lembaga untuk penanggulangan bencana. Juga dalam upaya membangun kerjasama dengan pemerintah dan masyarakat yang terkena bencana. Kemudian menyelenggaeakan sistem informasi bencana.<\/p>\n<p>\u201cDalam Kongres II ini sudah berusaha menyempurnakan badan hukum, dan memantapkan kerja-kerja di lapangan. Kemudian meningkat informasi di antara gereja-gereja anggota. Selama tiga tahun kita sudah punya pengalaman di lapangan. Dilakukan perubahan statuta dan menerima pertanggun jawaban pengurus selama tiga tahun sekaligus membuat rencana tiga tahun ke depan terkait dengan pengurangan resiko bencana,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan Eliakim Sitorus salah satu anggota Badan Pengarah bahwa PGI mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap bencana di Indonesia dengan 90 sinode gereja anggota. \u201cGereja selama ini sangat tanggao bencana alam dan bencana kemanusian. Karena itu PGI membuat penanggulangan bencana dengan mengkoordinir gereja-gereja anggota,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Khusus untuk peningkatan capacity building maka PGI perlu meningkatkan kerjasama dengan semua pihak baik gereja, masyarakat dan pemerintah yang sifatnya koordinasi. Sekali lagi PGI dan anggota peduli bencana.<br \/>\nKemudian Pdt Agustinus Purba (GBKP) mengatakan keberadaan Jakomkris PB saangat penting dan berdampak kepada masyarakat yang tertimpa bencana.<\/p>\n<p>\u201cPengalaman kami di korban Gunung Sinabung membuktikan bahwa Jakomkris PB penting. Terjadi peningkatan kapasitas dalam segala hal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Bahwa Gereja dan komunitas Kristen, penting untuk menggerakkan jemaat untuk kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Jakomkris PB lebih fokus ke penguatan jemaat pada pasca bencana. \u201cDalam konteks respon kami dukung dari belakang jemaat di depan. Kita juga merumuskan bahwa Jakomkris akan bekerja dengan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.\u201d<\/p>\n<p>Selama kurang lebih enam tahun Jakomkris PB telah hadir di bencana alam Sinabung, Gempa bumi Lombok, Tsunami Palu, Tsunami Selat Sunda dan beberapa daerah lainnya. Sampai berita ini diturunkan Badan Pengarah yang beranggotakan 7 orang belum menetapkan ketua Jakomkris PB yang akan datang.<\/p>\n<p>Kongres\u00a0 juga menyetujui sekretariat Jakomkris PB sendiri yang tadinya berkantor di PGI\u00a0 sudah dipindahkan ke Yogyakarta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WARNINGTIME.COM JAKARTA \u2013 Jaringan Komunitas Kristen untuk Penanggulangan Risiko Bencana untuk Penanggulangan (Jakomkris PB) di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,1,10],"tags":[],"class_list":["post-5502","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fokus","category-home","category-indonesia","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5502","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5502"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5502\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5505,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5502\/revisions\/5505"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5502"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5502"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5502"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}