{"id":6337,"date":"2020-10-09T17:09:14","date_gmt":"2020-10-09T17:09:14","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=6337"},"modified":"2020-10-10T02:15:22","modified_gmt":"2020-10-10T02:15:22","slug":"adv-elsye-christine-nayoan-sh-keluarga-benteng-utama-hindari-narkoba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2020\/10\/09\/adv-elsye-christine-nayoan-sh-keluarga-benteng-utama-hindari-narkoba\/","title":{"rendered":"Adv. Elsye Christine Nayoan, S.H: Keluarga Benteng Utama Hindari  Narkoba"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Else-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-6339\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Else-1-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"480\" \/><\/a><strong>Warningtime.com Jakarta<\/strong> &#8211; Sukses \u00a0seorang suami tak jauh-jauh dari andil istri. Demikian juga dengan Advokat Elsye Christine Nayoan, SH yang\u00a0 sangat berperan besar dalam menopang sukses suami tercinta. Siapa tidak kenal Pendeta Jefry Tambayong, SH, sosok yang \u00a0selama ini akrab dikenal sebagai pegiat anti narkoba. Sudah 13 tahun berkiprah baik sebagai pendiri dan Ketua GMDM. \u00a0Namanya sangat dikenal seantero Indonesia. \u00a0Tidak hanya itu, Jefry juga memegang jabatan sebagai Ketua Presidium FOKAN dan Ketua Dewan Pembina\u00a0 Paguyuban RT\/RW Se-Indonesia. Jauh sebelumnya, Jefry bersama istri, merintis pelayanan membuka GBI Bersinar di Jakarta Timur.<\/p>\n<p>\u201cSaya dengan Pak Jefry punya visi ke depan, bicara dalam bingkai Indonesia. Sejak semula kami berdua mempunya visi bagaimana berdampak bagi bangsa. Itu dimulai dari hubungan kita dengan Tuhan,\u201d\u00a0 tutur Elsye Christine\u00a0 \u00a0yang mengaku bertemu calon suami saat kuliah di \u00a0Institut Theologia dan Keguruan Indonesia (ITKI) \u00a0Petamburan.\u00a0 Dirinya\u00a0 sendiri sedang kuliah di SMTH yang sama. \u00a0Segala sesuatunya memang harus ada visi, ini jadi barometor ke depan. Termasuk pendirian gereja, visinya memenangkan banyak jiwa.<\/p>\n<p>\u201cSudah 22 tahun mengarungi biduk rumah tangga bersama, kami berdua \u00a0memiliki motto dalam mendirikan gereja, \u00a0tidak akan pernah tinggal diam, tidak akan menyerah sampai Pondok Kopi (tempat tinggal), Jakarta Timur dan Indonesia dimenangkan Tuhan,\u201d tutur perempuan Minahasa yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Lemhanas Angkatan II Virtual dengan lulusan terbaik kedua.<\/p>\n<p>Dalam mewujudkan visi tersebut, kami percaya sudah waktunya Tuhan. Apa pun yang kami lakukan, \u00a0sekecil apapun \u00a0aktivitas seperti \u00a0membuka gereja, JT Law Firm, LBH GMDN, FOKAN dan aktivitas lainnya, \u00a0semuanya itu bersumber dari gereja. \u201cAda peluang melayani \u00a0secara nasional, Pak Jefry, Pak Irjen Arman Depari dan saya akhirnya mendirikan GMDN. \u00a0Kami bertindak saat itu sesuai dengan visi Tuhan taruh kepada kami,\u201d tutur Christine yang mengaku sangat bersyukur sama Tuhan memiliki suami yang selalu mendukungnya aktif dan maju Bersama, termasuk melanjutkan studi hukum sehingga membuatnya menggeluti dunia advokat.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/20201010_091730.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-6344\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/20201010_091730-300x231.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"231\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/20201010_091730-300x231.jpg 300w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/20201010_091730-768x592.jpg 768w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/20201010_091730-1024x789.jpg 1024w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/20201010_091730.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Visi itu keberadaan Tuhan. Tuhan \u00a0ijinkan kita untuk menjangkau di luar gereja. Kalau bicara gereja ya pasti hanya sebatas GBI \u00a0saja. Tapi kalau nasional harus punya sarana lain. Kalau bicara skala \u00a0nasional dengan hanya\u00a0 mengandalkan gereja kecil, mungkin tidak akan dihiraukan karena orang menilai kemampuan sangat terbatas.<\/p>\n<p>Namun sukses bagi kami adalah \u00a0bagaimana bermamafaat kepada orang lain. Artinya semakin bermamfaat dan berdampak \u00a0kepada orang lain. \u00a0Misalnya kami bisa berdampak pembinaan bidang narkoba, keormasan hingga\u00a0 sekolah hukum. \u201cSaya bersyukur punya suami yang tidak mau sukses sendiri tetapi mengajak istri dan anak-anak untuk maju bersama,\u201d pujinya. Untuk setiap pelayanan yang dilakukan, perempuan berparas ayu ini mengaku pasti banyak tantangan dan kendala, tetapi dengan mengandalkan Tuhan semuanya bisa diatasi.<\/p>\n<p>Kantor hukum Jefry Tambayong (JT) Law Firm yang belum lama dirintis kini sudah diberkati dengan banyak menangani kasus-kasus hukum.\u00a0 Semua yang kami lakukan ini,\u00a0 agar sebagai orang tua bisa mewariskan sesuatu kepada anak-anak. \u00a0Tentu bukan yang lain tapi lebih ke \u00a0nama\u00a0 baik. Banyak diwariskan bisa menjangkau semua.<\/p>\n<p>\u201cSaya memang banyak berbuat di belakang Pak Jefry, tampil \u00a0lebih sebagai konseptor. Motto GMDN Indonesia Bersinar hingga lagu marsnya, \u00a0saya sendiri yang menciptakan. Semua dimulai dari keluarga kecil. Dengan adanya visi berani memulai dan berani bertindak. Sebagai anak Tuhan tentu harus melihat dari kacamata Tuhan. Bersama Tuhan kami sanggup menyelesaikan segala perkara,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sekedar informasi, sekarang GMDN sudah ada di 34 propinsi. Bahkan, GMDN bisa diterima dengan baik hingga di pesantren. Uniknya, Jefry sekeluarga, bersama istri dan anak-anak \u00a0kompak dan selalu dilibatkan di setiap pelayanan. \u00a0Misalnya di GMDN, putranya \u00a0Steven terjun sebagai kepala penyuluhan.<\/p>\n<p>\u201cSudah 13 tahun \u00a0GMDM hadir, \u00a0kita selalu bikin motivasi. Banyak orang tanya Pak Jefry itu energinya \u00a0dari mana saja kok bisa melakukan seabrek-abrek aktvitas pelayanan gereja hingga organisasi? \u00a0Saya selalu bilang itu sumbernya dari energi dari Tuhan dan Roh Kudus. Memang anak-anak selalu dilibatkan, seperti \u00a0Stenly (putra bungsu) \u00a0dipercaya mengurusi bisnis cafe dan koperasi bersinar,\u201d \u00a0jelasnya.<\/p>\n<p>Sebab untuk GMDM sendiri selalu kami sampaikan keluarga ada benteng yang utama. Kami sama sekali tak termotivasi untuk populer. Motivasinya hanya semakin bermamfaat dan semakin berdampak bagi semua orang. Dalam keluarga sudah terbiasa dengan keterbukaan.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah menikah 25 tahun dan sebelumnya pacaran 3 tahun. Pasti sebagai manusia biasa ada potensi untuk jatuh. \u00a0Tapi puji Tuhan suami saya benar-benar memprotek diri. \u00a0Dia selalu beraktivitas dengan timnya. Kalau ketemu lawan jenis tidak berdua dan dilakukan tempat terbuka. Dengan demikian keluarga tetap harmonis,\u201d sharingnya berbagi.<\/p>\n<p>Suami istri yang selalu kompak ini, belum lama ini sama-sama menyelesaikan Diklat Lemhanas. Meski sudah lulus dari Lemhanas, Christine bersama suami,\u00a0 mengaku belum \u00a0tertarik masuk ke politik praktis. Kami masih fokus menjaga visi GMDN, \u201cBersatu untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (bersih narkoba). \u00a0Kita tidak akan pernah berhenti berjuang.<\/p>\n<p>Diakuinya, bahwa diklat Lemhanas yang dikuti berguna untuk pemantapan-pemantapan pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme. Nilai-nilai ini \u00a0yang ditimba dari Lemhanas. Mengikuti diklat diakuinya berguna untuk mengobarkan semangat \u00a0nasionalisme kita, semakin mantap dengan berpegang teguh kepada Pancasila. Apalagi tidak semua berkesempatan mengikutinya.<\/p>\n<p>\u201cSaya sendiri masuk Lemhanas sebagai utusan pendiri GMDN dan \u00a0Pak Jefry sebagai utusan dari \u00a0FOKAN,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ditanya apakah masih ada yang diimpikan yang belum tercapai, wanita yang murah senyum ini mengaku \u00a0hingga saat ini tidak ada. Baginya sesuatu biar berjalan mengalir dengan \u00a0pimpinan Tuhan. \u201cKalau ada yang ingin saya lakukan ke depan \u00a0\u00a0pasti Tuhan arahkan. \u00a0Saya kira simpel saja. Kita hanya perlu mengandalkan Tuhan dalam melangkah, \u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Menanggapi maraknya intoleransi di Indonesia belakangan ini, \u00a0Elsye Christine Nayoan, S.H\u00a0 mengatakan bahwa di GMDM sendiri menghargai semua pendapat. \u00a0Hak untuk berpendapat itu\u00a0 dijamin. Mereka boleh setuju boleh tidak setuju. Tetapi\u00a0 yang pasti kita punya satu harapan yang sama yakni melihat Indonesia yang kuat dan maju. Silahkan aspirasi tapi jangan sampai merusak.<\/p>\n<p>\u201cDi GMDN sendiri ini, \u00a0puji Tuhan, \u00a0kita bisa masuk ke semua lini.\u00a0 Bahkan GMDN\u00a0 bisa hadir di Bangkalan, Madura. Sebab isu narkoba kan musuh utama bersama. Karena itu, GMDM sangat diterima dimana-mana, kadang membuat lembaga lain iri dengan penerimaan ini,\u201d tukasnya. \u00a0Bayangkan, seru Christine, kalau sehari \u00a070-80 korban meninggal karena Narkoba maka \u00a0setahun bisa \u00a080 ribuan. Kalau generasi muda sekarang jatuh korban Narkoba \u00a0lalu siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan nanti? Makanya selagi masih bisa dicegah dan diperbaiki \u00a0semua harus bekerja sama. Tentu \u00a0perlu penegakan hukum yang tegas. Sebagai anak bangsa, kita semua berharap ke depan bangsa ini semakin lebih baik dan jauh dari ancaman narkoba.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warningtime.com Jakarta &#8211; Sukses \u00a0seorang suami tak jauh-jauh dari andil istri. Demikian juga dengan Advokat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,10,11],"tags":[],"class_list":["post-6337","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fokus","category-indonesia","category-inspirasi","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6337"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6345,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6337\/revisions\/6345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}