{"id":6710,"date":"2021-11-20T05:28:54","date_gmt":"2021-11-20T05:28:54","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=6710"},"modified":"2021-11-20T15:38:57","modified_gmt":"2021-11-20T15:38:57","slug":"forgupaki-hadir-perjuangkan-hak-guru-pendidikan-agama-kristen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2021\/11\/20\/forgupaki-hadir-perjuangkan-hak-guru-pendidikan-agama-kristen\/","title":{"rendered":"FORGUPAKI Hadir Perjuangkan Hak Guru Pendidikan Agama Kristen"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/20211120_112234.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-6711\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/20211120_112234-1024x586.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"586\" \/><\/a>Warningtime.com Jakarta \u00a0&#8211; \u00a0Rapat Kerja dan Koordinasi Forum Guru Pendidikan Agama Kristen (FORGUPAKI) menyelenggarakan Dialog Interaktif dengan tema: <em>Dampak Organisasi Profesi Guru di Tengah Dunia Pendidikan<\/em> di hotel Amaris, Sabtu (20\/11\/2021).<\/p>\n<p>Dialog menampilkan narasumber: \u00a0Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Karel Albert Ralahalu (Penasehat Forgupaki), Ir. Manuara Siahaan (Anggota DPRD DKI Komisis \u201cB\u201d ), \u00a0Angel Damayanti. M.Si, Ph.D ( Associate Professor of International Relations dan Pengamat politik dan Dekan FISIPOL UKI) dan Pdt. Dr. Herrry Saragi.<\/p>\n<p>Tampil pada sesi pertama Pdt. Herry \u00a0Saragi mengingatkan agar forum (FORGUPAKI) ini berdampak kepada anggotanya. Sudah 12 provinsi dan sekian kabupaten. Dampaknya apa terhadap anggota.<\/p>\n<p>\u201cHarus ada dampak secara personal, bagaimana mengcreate anggota supaya jangan gaptek dan mengusai teknologi. Harus mengambil sinergitas. Kedua, dampak peserta didik. Pasar itu butuh apa. Harus dilibatkan pembelajaran Tuhan. Dapat mendorong sertifikasi sehingga nanti FORGUPAKI bisa lembaga sertifikasi. \u00a0Dampak lain Yayasan dan sekolah juga tidak bisa memperlakukan semaunya. Tentu \u00a0bisa membantu anggotanya dari sabang sampai Merauke mengcreate bisa kerjasama dengan kedubes Asing,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Sementara Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Karel Albert Ralahalu yang tampil secara online menegaskan dukungannya agar sama-sama memperjuangkan kepentingan guru Pendidikan Kristen.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/20211120_113852.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-6712\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/20211120_113852-1024x622.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"622\" \/><\/a>\u201cKalau secara fungsi organisasi harus wadah mengasah potensi guru \u00a0dalam menguasai teknologi dan komunikasi. Bisa berbagi pengetahuan dan memperluas wawasan guru. Sangat diperlukan menyatukan profesi guru agama Kristen di tingkat nasional,\u201d tutur purnawirawan bintang satu ini.<\/p>\n<p>Menurut UU juga tujuan organisasi \u00a0memajukan profesi meningkatkan potensi dan pengabdian kepada masyarakat. \u201cIni yang diperjuangkan secara politik. Memenuhi tanggung jawab profesi yang tinggi, sehingga organisasi berlatar profesi yang sama,\u00a0 umumnya \u00a0memajukan profesi anggotanya dalam melayani publik. Bisa ditemukan langkah-langkah sehingga forum ini bisa membuat hak-hak anggota bisa dipenuhi baik saat ini maupun masa yang akan datang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara Angel Damayanti, MMS, PhD menyampaikan mengapresasi terbentuknya FORGUPAKI dalam waktu singkat hanya enam bulan. Menurutnya kalau ini forum guru agama Kristen harus bisa menjadi mamfaat kepada anggota. Tantangan sekarang adalah selama ini \u00a0\u00a0pendidikan agama Kristen termarjinalkan di daerah bukan Kristen terutama sekolah negeri.<\/p>\n<p>\u201cSaya pernah guru SMP sebagai honor dibayar 300 ribu perbulan. Gaji 300 tidak cukup bisa pengeluaran 4 juta, suami tanya \u00a0mana untungnya,\u201d sharing pengalaman.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, \u00a0perlu mendorong organisasi anggota FORGUPAKI profesional dan mandiri serta selalu bersinergi. Perlu juga menggandeng pemerintah, swasta dan pengusaha.<\/p>\n<p>\u201cTuntutan kebutuhan guru itu banyak. Digital marketing bisa bantu pengusaha. Bisa juga pola asuh dari pengusaha. Banyak pengusaha Kristen mau peduli mensejahterakan guru. Harus ada jejaring untuk mengembangkan diri memaksimalkan kompetensi. Saya berharap bisa berdampak dulu ke anggota baru berdampak ke luar, masyarakat, bangsa Indonesia. \u00a0Bahkan bisa dunia internasinal lewat pengajaran online. Yang penting dimulai dari hari ini,\u201d ujar Dekan FISIPOL UKI ini mengingatkan.<\/p>\n<p>Sementara pada sesi kedua yang menampilkan \u00a0Ir. Manuara Siahaan \u00a0Anggota DPRD DKI berlangsung interaktif dan dinamis. Ia menyampaikan bahwa terhadap permasalahan Guru Pendidikan Agama Kristen \u00a0harus ada sinergi dua kementerian terutama sertifikasi dari kementerian.<\/p>\n<p>Intinya kepentingan guru-guru agama Kristen ini harus diutamakan. Misalnya dengan mendukung \u00a0agar \u00a0formasi \u00a0guru agama Kristen di pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cSurat yang kalian buat, saya sudah sampaikan ke gubernur dan sudah ada penjelasan dari pemda DKI. Karena itu saya perlu feed back dari FORGUPAKI,\u201d kata Anggota Komisi B DPRD ini.<\/p>\n<p>Sekarang akan dibuka 376 formasi untuk pendidikan agama, lalu berapa untuk kita? Ini yang harus diperjuangkan ke depan. Untuk sampai di sana maka perlu dipetakan jumlah sekolah dan kebutuhan guru berapa.<\/p>\n<p>\u201cGoalsnya pada pertemuan forum ini, saya minta segera membuat analisa kebutuhan guru agama Kristen. Secara resmi nanti sampaikan ke saya, supaya proporsional\u00a0 akan teralokasi dengan baik buat kita.\u00a0 Itu nanti bisa menjadi rekomendasi,\u201d tegasnya. Nanti Pendidikan Agama Kristen harus sama pentingnya dengan bidang-bidang studi lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warningtime.com Jakarta \u00a0&#8211; \u00a0Rapat Kerja dan Koordinasi Forum Guru Pendidikan Agama Kristen (FORGUPAKI) menyelenggarakan Dialog [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,1],"tags":[],"class_list":["post-6710","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-dunia","category-home","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6710"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6710\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6724,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6710\/revisions\/6724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}