{"id":7085,"date":"2022-09-01T17:41:33","date_gmt":"2022-09-01T17:41:33","guid":{"rendered":"http:\/\/warningtime.com\/?p=7085"},"modified":"2022-09-01T17:41:33","modified_gmt":"2022-09-01T17:41:33","slug":"band-undvd-rilis-album-perdana-gratitude-tahun-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2022\/09\/01\/band-undvd-rilis-album-perdana-gratitude-tahun-2022\/","title":{"rendered":"Band UNDVD \u00a0Rilis Album Perdana\u00a0 \u201cGRATITUDE\u201d Tahun 2022"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Screenshot_20220901-143409_Gallery.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-7086\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Screenshot_20220901-143409_Gallery.jpg\" alt=\"\" width=\"929\" height=\"546\" \/><\/a>Warningtime.com, Jakarta &#8211; Jempol dua jari, pantas di sematkan bagi anak-anak muda asal Tangerang ini, yang tergabung dalam Band UNDVD (baca Undivided) sebuah band rohani pendatang baru, karena meski Covid melanda Indonesia dan dunia, mereka tetap kreatif bermusik dan bahkan berani menelorkan album perdana 2022.<\/p>\n<p>Seperti diketahui UNDVD adalah band rohani kontemporer interdenominasi yang didirikan pada tahun 2020. Diinisiasi komunitas anak muda yang berasal dari\u00a0 interdenominasi dengan \u00a0visi merangkul tubuh Kristus, menjadi unity, \u00a0semua dipersembahkan untuk kemulian Kristus.<\/p>\n<p>\u201cBersama menghasilkan karya yang mengagungkan nama Yesus dan mencerminkan besarnya kasih Yesus Kristus bagi manusia,\u201d tutur Fay saat Konperensi Pers di \u00a0Fitco Eats and Cafe, Panin Bank Centre, Jakarta Pusat, Kamis (1\/09\/2022).<\/p>\n<p>Awal terbentuk UNDVD, andil Revano Santoso dan Jimmy Budiarto dari Persekutuan Kingdom Fellowship Praise Whorsip. Awalnya namanya \u00a0DVDED \u00a0kemudian beralih menjadi\u00a0 UNDVD. Bermula kontak Fay, Markus, Kenny, bikin grup WA bulan Maret 2020 awal pandemi.<\/p>\n<p>\u201cUNDVD melayani praise and whorship. Akan terus bergerak di situ. Ini berkembang menjadi ministry membawa anak-anak muda mengenal Yesus,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Ditimpali Dave Gerard Que (juga vocalis) bahwa tantangan melayani komunitas bukan gereja, maka harus bisa belajar kompak, Yesus menjadi pusat. Memperlengkapi tubuh Kristus coaching clinic.<\/p>\n<p><strong>Pernah Rilis Single<\/strong><\/p>\n<p>Sebenarnya tahun 2020 UNDVD Worship telah meluncurkan lagu single yaitu: Arti Belas Kasihan, Thy Will Be Done (In Me), dan Jeremiah 33:3.<\/p>\n<p>Tepat 1 September 2022, UNDVD merilis album perdananya yang bertajuk \u201cGRATITUDE\u201d. Album yang menggambarkan perjalanan hidup Kekristenan yang ppenu dengan ucapan syukur, oleh karena karya keselamatan Yesus Kristus yang sudah selesai dan sempurna di kayu salib.<\/p>\n<p>Ada 10 tracklist dengan beragam genre lagu secara serentak resmi dirilis melalui seluruh platform musik digital. Bersamaan dengan itu, secara berurutan Undivided akan dirilis produk kreatif lainnya yaitu video lirik, video live recording worship moment , hingga video behind the process dari album \u201cGRATITUDE\u201d.<\/p>\n<p>Album ini menggambarkan sebuah perjalanan hidup kekristenan. Cover artistik penuh makna dengan tangan Yesus menjangkau setiap kita (manusia).<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami untuk anak-anak muda, Tuhan itu ada karena itu kita harus mengucap syukur.\u201d<\/p>\n<p>UNDVD menggandeng Igor Penyami \u2018Saykoji\u2019 serta Yeshua Abraham dan melibatkan Budapest Scoring Symphonic Orchestra dalam proses pembuatan album.<\/p>\n<p>Menurut rencana Band Rohani yang digawangi \u00a0Patudu Manik, \u00a0Dave Gerald Que, Fay dan Tiara Lupita (vocalis), Yoses Hartono (keybord), Markus Suria (bass), Reno Castello (guitar), Wisnu Dewana (Filler) dan Amos Cahyadi, Kenny Osfredo (drum) pada \u00a0tanggal 29 Oktober 2022 akan diadakan Konser Live Recording.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warningtime.com, Jakarta &#8211; Jempol dua jari, pantas di sematkan bagi anak-anak muda asal Tangerang ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9,10],"tags":[],"class_list":["post-7085","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fokus","category-indonesia","has_no_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7085","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7085"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7085\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7087,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7085\/revisions\/7087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}