{"id":8736,"date":"2026-10-26T20:30:31","date_gmt":"2026-10-26T20:30:31","guid":{"rendered":"https:\/\/warningtime.com\/?p=8736"},"modified":"2026-10-26T20:38:41","modified_gmt":"2026-10-26T20:38:41","slug":"dibawah-kepemimpinan-maruarar-sirait-piki-sedang-bergerak-menuju-zaman-keemasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/2026\/10\/26\/dibawah-kepemimpinan-maruarar-sirait-piki-sedang-bergerak-menuju-zaman-keemasan\/","title":{"rendered":"Dibawah Kepemimpinan Maruarar Sirait  PIKI Sedang Bergerak Menuju Zaman Keemasan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/b29a0031-08a1-4872-9e1b-f0967d0c5fbd.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-8737\" src=\"http:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/b29a0031-08a1-4872-9e1b-f0967d0c5fbd-1024x654.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"654\" srcset=\"https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/b29a0031-08a1-4872-9e1b-f0967d0c5fbd-1024x654.jpg 1024w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/b29a0031-08a1-4872-9e1b-f0967d0c5fbd-300x191.jpg 300w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/b29a0031-08a1-4872-9e1b-f0967d0c5fbd-768x490.jpg 768w, https:\/\/warningtime.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/b29a0031-08a1-4872-9e1b-f0967d0c5fbd.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta Warningtime.com &#8211; Benar-benar kejutan yang berakhir manis! PIKI Award 2026 ditayangkan di Metro TV, Minggu 25\/10\u00a0 berlangsung sukses. Meski awalnya panitia was-was karena faktor perdana digelar dan ditambah baru pertama mengurus program siaran langsung di jam<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> prime time <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di televisi.\u00a0 Tak heran, sesaat setelah siaran langsung berakhir, secara spontan anak-anak PIKI Choir\u00a0 meneriakkan bersama-sama nama \u201cAra\u201d sembari mengerubungi Ketum DPP PIKI ini. Ara dengan simpati dan dengan senyum ramah menyalami mereka satu-satu sembari berterima kasih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMakasih ya Dek, sudah bekerja keras selama berupa bulan ini latihan. Penampilannya bagus ya,\u201d ujarnya sembari mengangkat jempol. Urusan menyemangati tim yang juga bawahannya, Ara memang ahlinya. Dia selalu menekankan spirit bahwa Kader PIKI harus tampil luar biasa tidak boleh\u00a0 biasa-biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbukti dalam menggelar PIKI Award 2026, semua urusan dikerjakan pengurus PIKI. Ara selalu mengatakan dalam setiap rapat, bahwa dirinya bisa saja dan mampu membayar orang profesional mengerjakan segala keperluan siaran langsung di televisi. Tetapi itu tidak dilakukan, agar pengurus-pengurus PIKI menjadi orang luar biasa dan bisa tampil dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bermodal dengan pesan Ketum tersebut, semua bidang acara memang dikerjakan orang-orang PIKI. Dari MC, klip video, schrift, penyanyi, live online di berbagai daerah, urusan makan 450 orang dan lainnya semua dikerjakan sendiri. Sampai pemberi penghargaan semua melibatkan tokoh-tokoh senior PIKI dan pengurus DPP PIKI.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Dibalik persiapan panitia banyak kisah kerja keras. Ketua Panitia Prof Binsar Pakpahan tak lelah memimpin rapat sampai larut malam bahkan hingga pagi, demi menyukseskan PIKI Award 2026. Di bawah arahan Ketua Umum PIKI semua bidang harus melakukan yang terbaik dan maksimal. Dibalik kesibukan pekerjaan masing-masing panitia menyediakan waku untuk berkumpul di DPP PIKI dan kerap juga di STFT Jakarta.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tengoklah yang hadir malam itu, diantara 450 orang memadati Grand Studio Metro, tampak Jenderal Richard Tampubolon, Ribka Haluk, Prof. Dr. Benjamin Oktavianus,\u00a0 Prof. Bungaran Saragih, Yulius Silvanus, Rektor UKI, Rektor UKSW, Pdt. Gilbert Lumoindong dan masih banyak deretan tokoh penting lainnya. Mereka hadir sebagai pengurus PIKI.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Lompatan Besar PIKI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak bermaksud glorifikasi Ketua Umum PIKI sekarang. Lima bulan kurang lebih menjabat,\u00a0 Maruarar Sirait membuat gebrakan sebagai lompatan besar dalam program prioritas PIKI. Meski baru seumur jagung memimpin organisasi cendekiawan pertama di Indonesia pasca kemerdekaan, PIKI kini terus bergeliat. Fakta, terlihat jelas perubahan\u00a0 yang besar. Utamanya, gerak cepat membuat program kerja yang berkelas dan berbobot, bahkan rekomendasi diterima langsung sama pemerintah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barangkali PIKI sudah kembali ke khitohnya sebagai organisasi pemikir intelektual, karena mampu mempersembahkan pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang digunakan pemerintah sebagai pijakan dalam mengambil keputusan oleh pemerintah. Peran itu memang panggilan PIKI sejak berdiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan rahasia lagi selama ini, PIKI seolah lama tertidur. Karena beberapa periode kepengurusan, hampir tak terlihat sumbangsih pikiran maupun gagasan ke pemerintah. Mungkin saja ada tetapi memang tidak pernah terpublikasikan. PIKI sekedar ada dan bertahan, melalui suksesi rutin. Minim program dan minim merekomendasikan pemikiran-pemikiran ke pemerintah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau soal konsilidasi dan rekrutmen organisasi jangan tanya, Ara memang jagonya. PIKI sekarang benar-benar dapat menghimpun para cendekiawan, dari kalangan kampus, birokrat, profesional, TNI-Polri, Kepala Daerah, pengusaha dan berbagai profesi lainnya berhasil diajak bergabung menjadi pengurus PIKI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, banyak orang menjadi pengurus PIKI dan memasukkan resume, belum tertampung dengan baik. PIKI sekarang ibarat Magnet yang sebagian besar orang bahkan ingin bergabung. Apakah ini tanda-tanda keemasan PIKI di bawah Maruarar Sirait? Tentu sang waktu mejawabnya. Paling tidak jalan ke sana terbuka lebar. Berani menyelenggarakan acara-acara besar, modal awal menuju ke sana.<\/span><\/p>\n<p><b>Penerima PIKI Award 2026<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malam penganugerahan PIKI Award 2026 tidak sekadar merayakan penghargaan tetapi juga menghadirkan keteladanan, integritas, dan pengabdian bagi bangsa. Penghargaan diberikan dalam delapan kategori, yakni Toleransi, Lingkungan, Ekonomi, Antikorupsi, Pendidikan, Kesehatan, Inovasi, dan Budaya, serta dua apresiasi khusus bagi pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti diketahui penjaringan dan penjurian PIKI Award 2026 dilakukan secara terbuka melalui jejaring PIKI, bekerja sama dengan lembaga survei independen Indikator.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProses penjurian ini melibatkan lebih dari 30 juri untuk setiap kategori. Para juri adalah tokoh-tokoh yang kredibel dan berkompeten di bidangnya masing-masing. Penilaian didasarkan pada empat dimensi: Integritas, Inovasi, Berdampak, dan Keberlanjutan, melalui proses yang objektif, transparan, dan akuntabel,\u201d tegas Kennedy Lim yang juga Wakil Ketua Umum DPP PIKI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Delapan Kategori antara lain Tokoh Toleransi diraih Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0 Sahabatnya Pdt. Dr. (HC) Jacky Manuputty menyerahkan plakat. Penghargaan ini mengapresiasi kerja keberagaman di Maluku, wilayah yang pernah dilanda konflik dan kini tumbuh sebagai laboratorium kerukunan bagi Indonesia dan dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilanjutkan Tokoh Riset dan Inovasi diraih Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D.\u00a0 Plakat diserahkan Prof. Dr. Bungaran Saragih. Carina dikenal luas berperan penting dalam pengembangan teknologi massal vaksin Covid-19 Astra Zaneca.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Tokoh Kesehatan jatuh pada Dr. dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D., Sp.B., Sp.BTKV.\u00a0 Giliran Prof. Dr. Benjamin Octavianus berkenan memberikan plakat. Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) sejak 2009, merintis rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia sejak 2013, dan mengembangkan program Dokter Terbang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk Tokoh Kebudayaan diraih Dr. Bambang Noorsena, S.H., B.A., M.H., secara khusus diberikan plakat oleh Ribka Haluk selaku Wakil Ketua Umum DPP PIKI.\u00a0 Noorsena dipilih atas kajian dan pengabdiannya menggali kekayaan warisan iman dan tradisi lintas bangsa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Tokoh Lingkungan Hidup jatuh pada Saptoyo. Pria sederhana ini adalah penggerak konservasi pesisir Sendangbiru. Hening Parlan berkenan menyerahkan plakat. Sejak 1998, Saptoyo memadukan konservasi mangrove, perlindungan terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya Tokoh Pemberdayaan UMKM (Ekonomi) diberikan kepada\u00a0 Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna).\u00a0 Pengusaha Jahja Setiatmadja tampil memberikan plakat. Ajik Krisna dinilai sukses atas usahanya di Bali yang memberi ruang bagi produk UMKM lokal. Tokoh Pendidikan diraih Saur Marlina Manurung (Butet Manurung) Wakil Ketua Umum DPP PIKI Prof. Angel Damayanti, Ph.D menyerahkan plakat. Butet sukses mendirikan Sokola Rimba di Jambi yang mendampingi masyarakat adat melalui pendidikan kontekstual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tokoh Anti-Korupsi jatuh pada\u00a0 alm Prof. Dr. Artidjo Alkostar. Prof. Dr. Yeheskiel Minggus Tiranda bertugas menyerahkan plakat kepada Sri Widyaningsih istri mendiang Artidjo. Artidjo layak menerima karena dikenal tegas memvonis berat para koruptor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di samping 8 kategori itu, PIKI juga secara khusus menambahkan dua apresiasi,\u00a0 penerimanya\u00a0 Lembaga Filantrop dan Gugun Gumilar, Ph.D. Baktinendra Prawiro menyampaikan penghargaan Yayasan Buddha Tzu Chi, atas kerja kemanusiaan lintas suku, agama, dan golongan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan Pdt. Prof. Benyamin Intan\u00a0 menyerahkan Penggiat Kebebasan Beribadah kepada Gugun Gumilar, Ph.D. Gugun terpilih atas konsistensinya menegaskan jaminan konstitusi dan kebebasan beragama serta kehadirannya secara langsung di tengah masyarakat yang multikultural.<\/span><\/p>\n<p><b>PIKI AWARD Jadi Momentum<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait menegaskan bahwa PIKI Award 2026 merupakan momentum untuk menengok kembali apa yang sudah dilakukan pengurus DPP PIKI selama 5 bulan sejak dilantik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni tentu jadi momentum bahwa apa yang kita kerjakan selama 5 bulan ini, bagaimana kita bisa berdiri di atas kekuatan sendiri, di kaki sendiri dengan mengandalkan Tuhan Yesus. Itu spirit yang kita bangun. Kita dididik Tuhan jadi kepala bukan ekor,\u00a0 baik kepala dalam iman, dalam pekerjaan dan apapun itu,\u201d ujar Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menjelaskan PIKI telah melakukan berbagai kegiatan antara lain Seminar Nasional Kesehatan di Bandung, Seminar Nasional Dana Bagi Hasil di Tentena, Poso. Simposium Energi Nasional di UPH Karawaci, Banten, Seminar Nasional Hukum di Balai Kartini, Jakarta serta berbagai FGD terkait dengan isu-isu serta tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PIKI juga memberikan bantuan kemanusiaan saat bencana banjir di Sumatera Utara dan wilayah terdampak lainnya serta menyampaikan bantuan saat gempa Bumi di Flores, Karhutla di Palangka Raya dan Pontianak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istimewanya ada dua rekomendasi PIKI yang diterima dan direspon baik oleh pemerintah serta akan menjadi pijakan dalam menyiapkan berbagai program\/kebijakan bagi kemajuan bangsa. Diantaranya dari dari Simposium Nasional Energi terkait dengan mendorong pembangunan PLTN dan pengutamaan penyediaan listrik di daerah 3T langsung diterima Menko Hilirisasi dan Transisi Energi\/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta mengajak PIKI bekerjasama dalam kolaborasi kerja program hilirisasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian juga rekomendasi PIKI dalam Seminar Nasional Hukum yang diterima secara langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, diantaranya terkait mekanisme kepailitan untuk penyelesaian kolektif korban tindak pidana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDua bulan ke depan Pak Barita Simanjuntak akan menyiapkan DPD di berbagai daerah di Indonesia. Kita melakukan dengan gotong royong. Karena organisasi sehat mempunyai visi misi yang benar. Saya ingin PIKI mencapai keemasan dalam 5 tahun ke depan. Ukurannya dapat dipercaya, berdampak, bicara dan bisa melahirkan SDM yang berkualitas,\u201d ujarnya sembari menambahkan tahun 2027 PIKI\u00a0 berharap sudah punya DPD di semua provinsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berulangkali Ara menegaskan, melalui PIKI ingin melahirkan tokoh-tokoh seperti Leimena, TB Simatupung, Radius Prawiro, TSG Gunung Mulia, Sabam Sirait, Peter Sumbung dan tokoh-tokoh lainnya. \u201cPerjuangan kita bukan hanya untuk umat Kristen tetapi juga untuk semua masyarakat,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejalan dengan semangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ad Caritas Et Veritas <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(Demi Kasih dan Kebenaran) PIKI ingin menegaskan bahwa kasih dan kebenaran harus berjalan beriringan dalam melayani bangsa. Kerja-kerja kemanusiaan sering dijalani dalam kesunyian, namun dampaknya dirasakan lintas generasi. PIKI berharap keteladanan para penerima penghargaan semakin menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya bagi bangsa.<\/span><\/p>\n<p><b>Sekelumit Tentang PIKI<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) adalah organisasi kemasyarakatan berbasis Kristiani yang didirikan pada 19 Desember 1963 di Jakarta. Organisasi ini lahir dari pergumulan para cendekiawan Kristen dalam menyikapi dinamika kebangsaan di negara yang baru merdeka. Pendirian PIKI dideklarasikan di sekretariat Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, oleh sejumlah tokoh intelektual dan nasionalis Kristen, di antaranya Johannes Leimena, Todung Sutan Gunung Mulia, Manasse Malo, Pontas Nasution, Radius Prawiro, Sabam Sirait, dan Peter Sumbung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menggelar kongres pertama pada Agustus 1965, PIKI sempat mengalami masa surut seiring perubahan situasi politik nasional, lalu dibangkitkan kembali pada Juni 1987 untuk menjawab tantangan zaman dan pembangunan nasional. PIKI juga tercatat sebagai pelopor berdirinya sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Kristen Maranatha di Bandung dan Universitas Kristen Indonesia Paulus di Makassar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga kini, PIKI berperan menghimpun pemikiran, penelitian, dan kontribusi nyata kaum intelektual Kristen di berbagai bidang, serta menjadi jembatan antara gereja, dunia akademik, dan masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. PIKI sekarang dipimpin oleh Ketua Umum Maruarar Sirait, S.IP dan Sekretaris Umum Drs. Benyamin Patondok, M.M<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta Warningtime.com &#8211; Benar-benar kejutan yang berakhir manis! PIKI Award 2026 ditayangkan di Metro TV, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8737,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,9],"tags":[],"class_list":["post-8736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia","category-fokus","has_thumb"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8736"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8741,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8736\/revisions\/8741"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warningtime.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}